Rabu, 04 November 2015

CONTOH SOAL DAN PENYELESAIAN PERHITUNGAN DEVIDEN



Pilihan Ganda
  1. Akun apakah yang tidak pernah bertambah dalam transaksi penarikan saham yang beredar (saham treasuri)
a.       Kas
b.      Saham treasuri
c.       Tambahan modal disetor, saham treasuri
d.      Laba ditahan
(Jawaban: D)
  1. Ketika perusahaan melakukan transaksi penarikan kembali saham (pembelian saham treasuri), terdapat pengaruh dalam persamaan akuntansi, seperti apakah pengaruhnya dalam persamaan akuntansi.
a.       Aktiva mengalami kenaikan dan pasiva mengalami penurunan
b.      Aktiva mengalami kenaikan dan kewajiban mengalami kenaikan
c.       Aktiva mengalami penurunan dan ekuitas mengalami penurunan
d.      Aktiva mengalami penurunan dan ekuitas mengalami kenaikan
(Jawaban: C)
  1. Perusahaan mempunyai saham biasa beredar sebanyak 1.000 lembar dengan nilai buku Rp 5.000,00. Kemudian dilakukan penarikan saham beredar secara tunai sebanyak 100 lembar dengan harga beli Rp 5.200,00 per lembar saham. Bagaimana pengaruhnya terhadap rekening kas, saham treasuri, tambahan modal disetor saham treasuri. Perusahaan menggunakan metode biaya untuk mencatat transaksi saham treasuri.
a.       Kas berkurang, saham treasuri bertambah, tambahan modal disetor saham treasuri bertambah
b.      Kas berkurang, saham treasuri bertambah, tambahan modal disetor saham treasuri tidak terpengaruh
c.       Kas bertambah, saham treasuri berkurang, tambahan modal disetor saham treasuri tidak terpengaruh
d.      Kas bertambah, saham treasuri bertambah, tambahan modal disetor saham treasuri bertambah
(Jawaban: B)
Soal Essay
  1. Berikut adalah sebagian dari neraca perusahaan:
Ekuitas pemegang saham
            Modal disetor
            Saham biasa (nilai pari Rp 1.000,-; sebanyak 10.000 lembar)               10.000.000
            Tambahan modal disetor saham biasa                                                    10.000.000
                        Total modal disetor                                                                    20.000.000
            Laba ditahan                                                                                            6.000.000
                        Ekuitas pemegang saham                                                        26.000.000
Lakukan penjurnalan atas transaksi berikut ini
a.       Dilakukan penarikan saham biasa sebanyak 3.000 lembar dengan harga Rp 3.000,-
b.      Saham treasuri dijual sebanyak 500 lembar dengan harga Rp 2.000,-
c.       Saham treasuri dijual sebanyak 700 lembar dengan harga Rp 3.200,-
d.      Saham treasuri dijual sebanyak 1.000 lembar dengan harga Rp 2.500,-
Bila perusahaan menggunakan metode biaya sebagai dasar pengakuan saham treasuri.
Jawab:
a.       Saham treasuri            (3.000 x 3.000)                                    9.000.000
Kas                                                                                          9.000.000
b.      Kas      (500 x 2.000)                                                   1.000.000
Laba ditahan                                                       500.000
Saham treasuri (500 x 3.000)                                                   1.500.000                   
c.       Kas (700 x 3.200)                                                       2.240.000
Saham treasuri (700 x 3.000)                                                    2.100.000
Tambahan modal disetor, saham treasuri                                     140.000
d.      Kas (1.000 x 2.500)                                                      2.500.000
Tambahan modal disetor, saham treasuri                         140.000
Laba ditahan                                                       360.000     
            Saham treasuri (1.000 x 3.000)                                                             3.000.000
  1. Berdasarkan soal diatas, asumsikan perusahaan memakai metode nilai pari untuk mencatat saham treasuri. Hitunglah berapa nilai akhir dari saham treasuri, tambahan modal disetor saham biasa, tambahan modal disetor saham treasuri, dan laba ditahan.
Jawab:
a.       Saham treasuri (3.000 x 1.000)                                   3.000.000
Tambahan modal disetor, saham biasa                                                6.000.000
            Kas (3.000 x 3.000)                                                                9.000.000
b.      Kas (500 x 2.000)                                                         1.000.000
Saham treasuri (500 x 1.000)                                                     500.000
Tambahan modal disetor, saham treasuri                                   500.000
c.       Kas (700 x 3200)                                                          2.240.000
Saham treasuri (700 x 1.000)                                                     700.000
Tambahan modal disetor, saham treasuri                                1.540.000
d.      Kas (1.000 x 2.500)                                                      2.500.000
Saham treasuri (1.000 x 1.000)                                                             1.000.000
Tambahan modal disetor, saham treasuri                                  1.500.000
Saham treasuri
·         Pembelian kembali                                          3.000.000
·         Penjualan                                                         (500.000)
·         Penjualan                                                         (700.000)
·         Penjualan                                                          (1.000.000)
Saldo akhir                                          800.000
Tambahan modal disetor saham biasa
·         Saldo awal                                                       10.000.000
·         Selisih kurang penarikan kembali                    (6.000.000)
Saldo akhir                                            4.000.000
Tambahan modal disetor saham treasuri
·         Selisih lebih penjualan saham treasuri    500.000
·         Selisih lebih penjualan saham treasuri 1.540.000
·         Selisih lebih penjualan saham treasuri 1.500.000
Saldo akhir                                          3.540.000
Reaksi: 

Essay
Dividen yang dibagikan:

Tahun
Nominal


2000
2000


2001
0


2002
6000


2003
9000


2004
12000





Keterangan


Saham Preferen 200 lembar @ Rp 100,- 10% kumulatif
Saham Biasa 500 mlembar @ Rp 50,-
Pada awal tahun 2002 diterbitkan lagi:

a.
Saham preferen 10 lembar dengan nilai buku @ Rp 100,-

b.
Saham biasa 100 lembar dengan nilai buku @ Rp 50,-
Pada awal tahun 2004 dilakukan penarikan saham biasa sebanyak 50 lembar
Saham dibagikan dalam bentuk kas




Soal:



Buatlah perhitungan pembagian saham, laba per lembar saham bila saham preferen mempunyai sifat:

a.
Non kumulatif, non partisipasi

b.
Kumulatif, non partisipasi

c.
Non kumulatif, partisipasi

d.
Kumulatif, Partisipasi




Jawab:







Bagian awal Saham Preferen:

Tahun 2000 - 2001


200 X 100 X 10% =
2000
Tahun 2002 - 2004


210 X 100 X 10% =
2100
Bagian awal saham biasa

Tahun 2000 - 2001



500 X 50 X 10% =
2500
Tahun 2002 - 2003



600 X 50 X 10% =
3000
Tahun 2004




550 X 50 X 10 % =
2750
















a. Non kumulatif, non partisipasi
Tahun
Nominal
Pembagian Saham
Lembar Saham beredar
Laba per lembar saham
Preferen
Biasa
Preferen
Biasa
Preferen
Biasa
2000
2000
2000
0
200
500
10
0
2001
0
0
0
200
500
0
0
2002
6000
2100
3900
210
600
10
6,5
2003
9000
2100
6900
210
600
10
11,5
2004
12000
2100
9900
210
550
10
18
Tahun
Nominal
Pembagian Saham
Lembar Saham beredar
Laba per lembar saham
Preferen
Tunggakan
Biasa
Preferen
Biasa
Preferen
Biasa
2000
2000
2000
0
0
200
500
0
0
2001
0
0
2000
0
200
500
10
0
2002
6000
4100
0
1900
210
600
0
3,167
2003
9000
2100

6900
210
600
0
11,5
2004
12000
2100

9900
210
550
0
18
b. Kumulatif, non partisipasi
c. Non kumulatif, partisipasi
Tahun
Nominal
Pembagian Saham
Lembar saham beredar
Laba per lembar saham
Preferen
Biasa
Preferen
Biasa
Preferen
Biasa
2000
2000
2000
0
200
500
10
0
2001
0
0
0
200
500
0
0
2002
6000
2470
3530
210
600
11,76
5,883
2003
9000
3706
5294
210
600
17,65
8,823
2004
12000
5196
6804
210
550
24,74
12,37
Tahun 2002


preferen
biasa



bagian awal
2100
3000



Partisipasi
370
530





     2470
3530

perhitungan partisipasi





nilai yang tersedia untuk partisipasi
6000 - (2100+3000)= 9000

nilai buku saham:






preferen
210 X 100
21000




biasa
600 X 50
30000
+





51000



Deviden partisipasi






Preferen
21000
X 900 =
370



51000










Biasa
30000
X 900 =
530



51000








Tahun 2003


preferen
biasa



bagian awal
2100
3000



Partisipasi
1606
2294





      3706
5294








perhitungan partisipasi





nilai yang tersedia untuk partisipasi
9000 - (2100+3000)= 3900

nilai buku saham:






Preferen
210 X 100
21000




Biasa
600 X 50
30000
+





51000



Deviden partisipasi






Preferen
21000
X 3900 =
1606



51000










Biasa
30000
X 3900 =
2294



51000








Tahun 2004


preferen
biasa



bagian awal
2100
2750



partisipasi
3096
4054





5196
6804








perhitungan partisipasi





nilai yang tersedia untuk partisipasi
12000 - (2100+2750)= 7150


nilai buku saham:






preferen
210 X 100
21000




biasa
550 X 50
27500
+





48500



Deviden partisipasi






Preferen
21000
X 7150 =
3096



48500










Biasa
27500
X 7150 =
4054



48500














Tahun
Nominal
Pembagian Saham
Lembar Saham beredar
Laba per lembar saham
Preferen
Tunggakan
Biasa
Preferen
Biasa
Preferen
Biasa
2000
2000
2000
0
0
200
500
0
0
2001
0
0
2000
0
200
500
10
0
2002
6000
4100
0
1900
210
600
0
3,167
2003
9000
3706
0
5294
210
600
0
8,823
2004
12000
5196
0
6804
210
550
0
12,37
 d. Kumulatif, partisipasi
Tahun 2002
Tidak ada pembagian partisipasi, karena deviden yang dibagikan sebesar Rp 6000,- bila dikurangkan dengan bagian saham preferen (kumulatif dengan tahun 2001) maka hanya menyisakan Rp 1900,- dan itu tidak cukup untuk memenuhi bagian awal dan itu tidak cukup untuk memenuhi bagian awal dari saham biasa yang sebesar Rp 3000. Maka sisa Rp 1900,- Langsung dijadikan sebagai bagian saham biasa
Tahun 2003


preferen
biasa



bagian awal
2100
3000



Partisipasi
1606
2294





3706
5294








perhitungan partisipasi





nilai yang tersedia untuk partisipasi
9000 - (2100+3000)=
3900

nilai buku saham:






preferen
210 X 100
21000




biasa
600 X 50
30000
+





51000



Deviden partisipasi






Preferen
21000
X 3900 =
1606



51000










Biasa
30000
X 3900 =
2294



51000








Tahun 2004


preferen
biasa



bagian awal
2100
2750



Partisipasi
3096
4054





5196
6804







perhitungan partisipasi





nilai yang tersedia untuk partisipasi
12000 - (2100+2750)=
7150

nilai buku saham:






preferen
210 X 100
21000




biasa
550 X 50
27500
+





48500



Deviden partisipasi






Preferen
21000
X 7150 =
3096



48500










Biasa
27500
X 7150 =
4054



48500

Akuntansi Dasar

Pengenalan Akuntansi

Akuntansi menyediakan cara untuk mengumpulkan data ekonomis dan melaporkannya kepada pihak-pihak yang berkepentingan seperti, para investor baik investor yang baru akan menanamkan modalnya atau sudah menjadi pemilik perusahaan (berupa saham). Pemilik dan calon pemilik (investor) memerlukan informasi akuntansi untuk menilai kinerja suatu perusahaan tertentu dan melihat prospeknya di masa depan. Mungkin bagi pemilik hal itu digunakan untuk memutuskan apakah ia akan tetap mempertahankan status kepemilikannya? atau apakah ia akan menjualnya dan kemudian menanamkan modalnya diperusahaan lain?.
Bagi calon pemilik pasti akan berhati-hati untuk menanamkan modalnya disuatu perusahaan tertentu. Sebelum ia menanamkan modalnya sudah tentu ia melihat keadaan perusahaan itu, apakah baik atau buruk?. Kalau baik sudah pasti banyak investor yang mau bekerjasama dan menanamkan modalnya.
Selain pihak yang diatas, adapun pihak yang memakai laporan keuangan akuntansi siapa lagi kalau bukan kreditur alias Bank. Biasanya bank akan memberikan pinjaman dan setelah itu ia akan melihat perkembangan perusahaan tersebut untuk mengestimasi apakah perusahaan mampu mengembalikan pinjaman yang telah diberikan. Biasanya untuk perusahaan yang baru akan meminta pinjaman dari bank, laporan keuangan yang baik sangat diperlukan agar bank mau meminjamkannya.. Karena bank sendiri juga akan menilai resiko untuk memberikan pinjaman kepada suatu perusahaan tertentu. Selain itu Badan-badan pemerintah juga berperan dalam pelaku keputusan, yaitu dalam tujuan pajak.
Ingat informasi yang relevan untuk satu pihak mungkin menjadi tidak relevan bagi pihak lain. Akan tetapi, begitu kelompok-kelompok yang membutuhkan informasi akuntansi dapat diidentifikasi, informasi yang relevan juga dapat ditentukan, Jika kedua hal tersebut telah diketahui, seorang akuntan dapat menciptakan kerangka system informsi yang diperlukan untuk membantu setiap kelompok tersebut dalam membuat penilaian dan keputusan yang berhubungan dengan tindakan-tindakan di masa mendatang.
Filed under Akuntansi Dasar

Pekerjaan seorang Akuntan

Perlu Anda ketahui secara garis besar akuntan dapat digolongkan menjadi:
  • Akuntan Publik (public accountants), Pengertian akuntan publik itu sendiri ialah seorang akuntan independen yang memberikan jasa-jasanya atas dasar pembayaran tertentu. Mereka bekerja secara bebas, biasanya mereka membangun sebuah kantor. Dan termasuk orang yang bekerja di kantor tadi juga dinamakan akuntan publik.Tapi untuk berpraktik sebagai akuntan publik dan mendirikan kantor akuntan, seseorang harus mempunyai izin dari departemen keuangan. Adapun jasa2 yang diberikannya seperti :
1). jasa pemeriksaan audit
2). jasa perpajakan (tax service)
3). jasa konsultasi manajemen (management advisory services)
4). jasa akuntansi (accounting services).
  • Akuntan manajemen atau disebut juga akuntan intern adalah akuntan yang bekerja dalam suatu perusahaan atau organisasi, Jabatan yang dapat diduduki mulai dari staf biasa sampai dengan kepala bagian akuntansi. Tugas yang dikerjakan yakni seperti:
    1). penyusunan sistem akuntansi.
    2). penyusuanan laporan keuangan akuntansi kepada pihak-pihak di luar perusahaan.
    3). penyusunan laporan keuangan akuntansi kepada pihak manajemen.
    4). penyusunan laporan anggaran.
    5). menangani masalah perpajakan.
    6). melakukan pemeriksaan intern.
  • Akuntan pemerintah adalah akuntan yang bekerja pada badan-badan Pemerintahan, seperti di departemen2, Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Badan Pengawas Keuangan (BEPEKA), Direktorat Jendral Pajak, dll. Disamping tiga golongan akuntan yang telah dijelaskan, terdapat akuntan “pendidik” tugasnya ialah dalam mendidik pendidikan akuntansi yaitu mengajar, menyusun kurikulum pendidikan akuntansi dan melakukan penelitian di bidang akuntansi
Filed under Akuntansi Dasar

Bidang-bidang Akuntansi

Seperti halnya bidang-bidang lainnya, akuntansi juga memiliki bidang2 khusus sebagai akibat dari perubahan zaman. Kecenderungan ini disebabkan oleh perkembangan perusahaan, timbulnya sistem perpajakan baru dna bertambahnya pengaturan2 oleh pemerintah terhadap kegiatan perusahaan. Faktor-faktor tersebut bersama-sama dengan kemajuan teknologi dan pertumbuhan ekonomi yang cepat telah mengharuskan akuntan untuk memperoleh keahlian yang tinggi dalam spesialisasi tertentu.
Adapun bidang-bidang dari akuntansi yaitu:
  • Akuntansi keuangan (financial accounting). Bidang in berkaitan dengan akuntansi untuk suatu unit ekonomi secara keseluruhan. Ia berhubungan dengan pelaporan keuangan untuk pihak2 luar perusahaan. Untuk penyusunan laporan keuangan sebelumnya harus disepakati/disetujui bersama. Aturan itu disebut “standar akuntansi keuangan”. Hal tersebut sangat wajib untuk diikuti setiap perusahaan untuk menyusun suatu laporan keuangan dan hasil perusahaan harus dilaporkan kepada pihak2 luar perusahaan yang masih ada kaitannya. Standar akuntansi keuangan dikeluarkan oleh IKATAN AKUNTAN INDONESIA dalam bentuk Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK).
  • Akuntansi Auditing (audit accounting). Bidang ini berhubungan dengan audit secara bebas terhadap laporan yang dihasilkan oleh akuntansu keuangan. Yah walupun tujuan utama audit adalah agar informasi akuntansi yang disajikan dapat lebih dipercaya, namun terdapat tujuan2 lain. Misalnya, memastikan ketaatan terhadap kebijakan, prosedur atau peraturan serta menilai efisiensi dan efektifitas suatu kegiatan tertentu. Konsep yang mendasari auditing adalah objektivitas dan independensi dari pemeriksa. Konsep lain yang dianut adalah kerahasiaan serta pengumpulan bukti2 yang cukup dan relevan. Pengumpulan bukti2 pemeriksaan yang cukup dan relevan tadi dilakukan melalui pengujian terhadap catatan2 akuntansi dan prosedur pemeriksaan lainnya. Adapun para auditer harus mengikuti standarisasi yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia dalam bentuk Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP). Audit merupakan jasa utama dari akuntan publik. Tapi tidak menuntut kemungkinan kalau suatu perusahaan tidak memiliki auditer. Sekarang hampir semua perusahaan memiliki pegawai yang ahli dalam mengaudit laporan keuangan perusahaannya.
  • Akuntansi Manajemen (management accounting). Titik sentral dalam akuntansi manajemen adalah informasi untuk manajemen suatu perusahaan. Fungsi akuntansi ini adalah mengendalikan kegiatan perusahaan tertentu, memonitor arus kas, dan menilai alternatif dalam mengambil suatu keputusan ekonomi.
  • Akuntansi Biaya (cost accounting). Bidang ini menekankan pada penetapan dan kontrol atas suatu biaya. Terutama yang berhubungan dengan suatu biaya produksi barang, tetapi perhatian yang mulai meningkat mulai diberikan atas biaya distribusi. Bahkan akuntansi ini telah mengarah pada penetapan biaya berdasarkan aktivitas. Fungsi utamanya adalah mengumpulkan dan menganalisis data mengenai biaya, baik biaya telah terjadi maupun akan terjadi. Informasi ini sangat berguna bagi manajemen sebagai alat kontrol atas kegiatan yang telah dilakukan dan bermanfaat untuk membuat rencana untuk masa mendatang.
  • Akuntansi Perpajakan (tax accounting). Tujuan laporan akuntansi yang digunakan perpajakan bebeda dengan tujuan akuntansi yang lain. Hal ini disebabkan oleh berbedanya konsep tentang transaksi dan kejadian keuangan, metode pengukuran dan tata cara pelaporan. Semua ini di atur oleh pengaturan pajak. Karena setiap perusahaan akan berurusan dengan pajak, maka perlu sekali mempunyai akuntan perpajakan.
  • Akuntan Sistem Informasi yaitu bidang ini menyediakan informasi keuangan maupun non-keuangan yang diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan organisasi secara efektif. Melalui sistem ini diproses informasi yang diperlukan untuk menyusun laporan kepada pemegang saham, kreditur, badan2 Pemerintah, pemimpin perusahaan, pegawai, dll. Sistem yang dirancang dengan baik akan memungkinkan pimpinan perusahaan mengidentifikasikan masalah dan menelaahnya sehingga masalah dapat ditangani.
  • Penganggaran yaitu bidang ini berhubungan dengan penyusunan rencana keuangan mengenai kegiatan perusahaan untuk jangka waktu tertentu di masa datang serta analisis dan pengkontrolanya. Anggaran adalah sarana untuk menjabarkan tujuan suatu perusahaan. Ia berisi rencan kegiatan2 yang dilaksanakan di masa datang serta nilai uang yang terlibat dialamnya.
  • Akuntansi Pemerintah yaitu bidang ini mengkhususkan diri dalam pencatatan dan pelaporan transaksi2 yang terjadi dibadan pemerintah. Ia menyediakan laporan akuntansi tentang aspek kepengurusan dari administrasi keuangan negara. Di samping itu, bidang ini mencakupi pengendalian atas pengeluaran melalui anggaran negara. Termasuk di dalamnya adalah kesesuaian dengan ketentuan undang2 yang berlaku
Filed under Akuntansi Dasar

Tahap-tahap pelaporan akuntansi

Akutansi memiliki proses yang terdiri dari tahapan-tahapan untuk dapat menghasilkan laporan yang diinginkan dan dilakukan oleh akuntan.
1. Proses Mengklarifikasi Transaksi
Tahap yang awal ini adalah di mana dilakukan suatu pembagian transaksi suatu organisasi atau perusahaan ke dalam jenis-jenis tertentu yang telah ditetapkan sebelumnya.
Contoh seperti membagi transaksi yang masuk ke dalam penjualan, pembelian, pengeluaran kas, penerimaan kas dan lain sebagainya ke dalam masing-masing bagian. Sedangkan untuk transaksi yang jumlahnya kecil dan jarang terjadi bisa sama-sama dimasukkan ke dalam jenis kategori yang sama yaitu transaksi rupa-rupa.
2. Proses Mencatat Dan Merangkum
Setelah melakukan pengklarifikasian data selanjutnya adalah melakukan pencatatan. Masukkan transaksi yang ada ke dalam jurnal yang tepat sesuai urutan transaksi terjadi atau kejadiannya. sumber-sumber yang dapat dijadikan bukti adanya transaksi yaitu seperti kertas-kertas bisnis semacam bon, bill, nota, struk, sertifikat, dan lain sebagainya.
Jurnal yang umumnya ada pada jurnal akuntasi yaitu seperti jurnal penjualan, jurnal pembelian, jurnal penerimaan kas, jurnal pengeluaran kas dan jurnal umum.
Setelah transaksi dimasukkan ke dalam jurnal-jurnal yang ada, maka selanjutnya adalah memasukkan jurnal ke dalam buku besar secara berkala. Hasil pemindahan ke dalam buku besar tersebut akan terlihat dari rangkuman neraca percobaan.
3. Proses Menginterpretasikan Dan Melaporkan
Setelah kedua proses di atas dijalankan, maka proses yang terakhir adalah melakukan pembuatan kesimpulan dari kegiatan atau pekerjaan laporan keuangan sebelumnya. Segala hal yang berhubungan dengan keuangan perusahaan diungkapkan pada laporan keuangan tersebut.
Dari informasi laporan keuangan baik dalam bentuk laporan rugi laba, laporan modal dan neraca seseorang dapat mengetahui apa yang terjadi pada suatu perusahaan, apakah sudah sesuai dengan tujuan perusahaan dan informasi tersebut dapat menjadi acuan atau pedoman bagi manajemen untuk mengambil keputusan kebijakan pada organisasi perusahaan demi mencapai kondisi yang diinginkan.
Filed under Akuntansi Dasar

Penjelasan Siklus Akuntansi

Hi.. teman2 setia saya, kali ini saya ingin menulis tentang siklus akuntansi. Mungkin ini sangat dasar sekali yah.. dan saya yakin teman2 pasti sudah paham semua, saya hanya ingin sekedar mereview lagi kok he7. Yang pertama dalam siklus akuntansi itu pertama pasti ada suatu transaksi2 tertentu yang kemudian terdapat suatu bukti2. Bukti2 ini bisa berupa struk, kuintansi, faktur, nota, bill, pokonya berbentuk bukti-bukti transaksilah. Dan setelah itu dari bukti-bukti transaksi itulah dibuat suatu jurnal oleh pembuat laporan keuangan. (jurnal itu pengertiannya yaitu suatu cerita tertentu didalam suatu kegiatan usaha, contoh pembelian aktiva tetap, dll)
Setalah dijurnal dalam bentuk akun2 tertentu kemudian dibuat jurnal umum dan khusus, (keterangan “jurnal umum” yaitu semua akun-akun disatukan dalam suatu jurnal umum, keterangan “jurnal khusus” yaitu terdapat pengklasifikasian akun-akunnya). Dalam jurnal khusus terdapat 4 jurnal yaitu:
  1. jurnal penerimaan kas,
  2. jurnal pengeluaran kas,
  3. jurnal pembelian, dan
  4. jurna penjualan.
Masing-masing akun dimasukan kedalam jurnal yang sesuai. Setelah itu diposting ke buku besar, perlu diingat untuk memudahkan perlu adanya buku pembantu, agar memudahkan pihak yang berkepentingannya.
Setelah di posting ke buku besar, kemudian dibuatlah neraca lajur (worksheet) didalam tabel tersebut terdapat neraca, ayat jurnal penyesuaian, laporan laba/rugi dan neraca disesuaikan. Setelah semuanya balance, dibuatlah suatu laporan kuangan yang pertama Neraca. Neraca ini terdiri dari aktiva, kewajiban, dan modal, semua ini sisa per akhir tahun tertentu. Selain neraca ada juga laporan laba/rugi yang merupakan seluruh pendapatan yang dihasilkan dikurangi dengan biaya-biaya tertentu yang akhirnya menghasilkan laba/rugi, kalau laba sebelumnya harus dikurangi dengan pajak barulah perusahaan tertentu mendapatkan laba bersihnya (net income).
Selain itu juga ada laporan arus kas, laporan ini menunjukan penerimaan dan pengeluaraan suatu kas. Ada 3 kegiatan dalam laporan arus kas yaitu:
  1. kegiatan operasi maksudnya pengeluaran atau penerimaan kas dari kegiatan sehari-hari perusahaan tertentu.
  2. kegiatan investasi yaitu pengeluaran dan peneriman aktiva yang berbentuk aktiva tetap (bersifat jangka panjang) misalanya mesin, gedung, tanah, dll.
  3. pendanaan maksudnya penerimaan dan pengeluaran kas yang bersifat memodalkan perusahaan atau mendanakan perusahaan tertentu.
Ada juga laporan perubahan ekuitas, dalam laporan ini menyajikan perubahan pemilik modal yang berakhir pada akhir tahun tertentu.
Filed under Akuntansi Dasar

Kelompok-kelompok dalam Neraca

Seperti yang telah dijelaskan pada postingan sebelumnya, bahwa di dalam neraca tersaji jumlah asset baik asset lancar maupun tidak lancar, setelah itu hutang jangka panjang & pendek, dan tentunya ekuitas atau modal. Baiklah untuk mempermudah pemahaman kita semua akan dijelaskan secara singkat, padat dan jelas, berikut :
Aktiva Lancar
Aktiva lancar merupakan suatu komponen dalam neraca yang tidak lain berisi harta perusahaan yang dapat diharapkan bisa dikonversikan menjadi uang kas dalam kurun kurang dari satu tahun atau satu siklus bisnis perusahaan. Perkiraan yang dapat dikategorikan sebagai aktiva lancar adalah:
  • Kas atau ekuivalen kas yaitu terdiri dari uang kas di brankas perusahaan, rekening koran, deposito, dan lainnya.
  • Surat berharga yaitu termasuk di sini investasi perusahaan dalam bentuk surat berharga seperti saham yang dapat diperjualbelikan seketika, surat pengakuan hutang, obligasi, dan lain-lain yang dapat diperjualbelikan.
  • Piutang yaitu dimana suatu perusahaan mempunyai hak untuk menagih utangnya kepada pihak lain yang berhutang, piutang ini dapat direalisasikan menjadi kas jika sudah ada pembayaran atau menjual piutang kepada orang lain.
  • Persediaan yaitu biasanya merupakan harta lancar yang diperkirakan dapat dikonversi menjadi kas lewat penjualan persediaan barang jadi. Persediaan bahan baku atau barang setengah jadi akan berubah menjadi kas lewat serangkaian produksi tambahan, yaitu barang jadi -> dijual -> Piutang/kas -> dibayar (jika piutang) -> Menjadi kas.
  • Biaya dibayar dimuka maksudnya perkiraan ini diletakan sebagai aktiva lancar karena dianggap sebagai harta perusahaan yang diserahkan pada pihak lain dan dapat diambil seketika. Contohnya, perusahaan membayar sewa kantor untuk 3 tahun, pada saat neraca disusun sewa baru berjalan 5 bulan, maka biaya sewa 2,5 tahun adalah biaya dibayar dimuka.
  • Aktiva lancar lainnya yaitu aktiva yang memiliki kriteria aktiva lancar namun jumlahnya sangat kecil.
Properti dan Perlengkapan
Maksud dari komponen atau kelompok aktiva ini adalah harta tetap perusahaan berupa mesin, rumah, kantor, gedung, alat-alat kantor. Untuk perlengkapan biasanya masuk kedalam aktiva lancar, karena biasanya perlengkapan masa usia gunanya kurang dari satu tahun. Untuk aktiva tetap sendiri usia gunanya adalah lebih dari satu tahun seperti mesin, gedung, tanah, dll. Dan perlu diingat bila aktiva tetap ini dimaksudkan untuk dijual kembali maka akan digolongkan kedalam kelompok aktiva lancar.
Aktiva tidak berwujud
Mendengar namanya saja sudah pasti aktiva ini tidak memiliki fisik alias tidak bisa dilihat, aktiva seperti ini memang ada seperti hak paten, hak royalti, atau hak lainnya.
Utang Lancar
Utang lancar adalah kelompok utang yang berisi tagihan yang harus dibayar oleh perusahaan dalam jangka waktu kurang dari satu tahun. Dengan kata lain, bila perusahaan memiliki utang yang dicicil dalam jangka waktu 10 tahun maka cicilan yang akan jatuh tempo untuk tahun tersebut harus dikategorikan sebagai utang lancar.
  • Utang jangka pendek -> Merupakan bagian dari utang jangka panjang yang jatuh tempo.
  • Utang dagang -> Berupa utang pembelian bahan baku, bahan pembantu atau utang lain dalam rangka proses produksi dan jasa.
  • Biaya yang dicadangkan -> Merupakan manfaat yang sudah dinikmati perusahaan naum belum ditagih oleh pihak lain, akan tetapi ketika ditagih maka harus dibayar segera. Misalnya, pemakaian listrik dan telepon yang baru akan ditagih pada bulan yang akan datang. Pada tanggal neraca disusun perkiraan penggunaan tersebut harus dibukukan sebagai biaya yangn dicadangkan.
  • Utang pajak -> ini merupakan utang pajak kepada pemerintah yang harus dilunasi selama tahun berjalan.
Utang Jangka Panjang
Utang jangka panjang adalah utang perusahaan yang jatuh tempo bukan pada tahun berjalan. Porsi yang akan jatuh tempo pada tahun berjalan harus dipindahkan ke kelompok utang lancar.
Modal
Modal merupakan kelompok yang berisi klaim dari pemilik terhadap perusahaan. Biasanya pada urutan pertama sajikan saham pemilik. Berikutnya adalah agio saham (harga jual saham di atas harga nominal) atau additional paid in capital.
Filed under Akuntansi Dasar

Belajar Akuntansi Dasar

Karena saya rasa perlu adanya pembahasan ulang mengenai akuntansi dasar karena saya kira akuntansi dari dirasa sangat perlu, jika akuntansi dasarnya saja tidak paham bagaimana mau melanjutnya ke materi selanjutnya. Maka dari itu mulai sekarang saya akan membahas lagi akuntansi dasar, baiklah kalau begitu bisa langsung saya mulai post………..
Pengantar
Akuntansi adalah kata yang sering dikonotasikan dengan hal yang berbau angka, susah, rumit dan detil. Akuntansi kerap juga dicampuradukan dengan tata buku atau pembukuan. Definisi akuntansi itu sendiri sederhananya yaitu suatu sistem untuk mengumpulkan dan memproses, termasuk melakukan analisa, mengukur, dan mencatat semua data-data keuangan atau transaksi keuangan yang tersedia dalam suatu oraganisasi dan melaporkan hasil proses tersebut kepada pengambil keputusan.
Akuntansi menghasilkan apa?
Pertama-tama kita akan membahasa mengenai apa yang dihasilkan oleh akuntansi, secara singakat, akuntansi menghasilkan informasi keuangan. Informasi keuangan tersebut dijabarkan dalam suatu format atau bentuk tertentu yang kemudian dikenal dengan laporan keuangan. Untuk mendukung pembaca laporan keuangan memahami apa yang tercantum di sana dibutuhkan suatu pedoman. Pedoman ini berguna agar penyajian informasi seragam dan konsisiten. Pedoman ini dikeluarkan oleh suatu badan pengatur yang disepakati oleh mereka yang berada di dunia akuntansi. Di Indonesia badan tersebut adalah Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI).
Laporan Keuangan terdiri dari :
Neraca (Balance Sheet)
Neraca memberikan informasi mengenai berapa jumlah harta (asset), utang (liability), dan modal (equity) dari suatu organisasi pada suatu titik tertentu, biasanya akhir tahun atau akhir periode akuntansi ditetapkan.
Neraca memiliki urutan komponen yang standar. Urutan ditentukan berdasarkan likuiditasnya. Artinya, harta yang paling cepat dikonversi menjadi uang kas akan ditempatkan pada urutan pertama, dan seterusnya. Dengan demkian, harta perusahaan berupa saldo kas dan bak merupakan urutan pertama yang dijasikan dalam setiap neraca. Untuk bagian utang, urutan ditentukan berdasarkan jatuh tempo pembayarannya. Utang yang paling dekat jatuh temponya akan disajikan pada urutan pertama utang perusahaan dalam neraca. Bagian modal disajikan tidak berdasarkan suatu kriteria tertentu, umumnya modal saham, baik saham preferen, dan saham biasa, ataupun saham perusahaan yang dibeli kembali oleh perusahaan akan disajikan pada urutan pertama. Kemudian laba yang ditahan ada pada urutan berikutnya.

Selasa, 03 November 2015

Merugilah Jika Anda Tak Membacanya,Tanda-Tanda Sakit Di Badan = Suatu Keajaiban Yang Wajib Anda Tahu!.


Merugilah Jika Anda Tak Membacanya,Tanda-Tanda Sakit Di Badan = Suatu Keajaiban Yang Wajib Anda Tahu!.

Tanda tanda sakit di badan memberi beberapa maksud tertentu. Umumnya orang salah faham akan perkara ini. Bacalah info dibawah agar anda memahaminya. Informasi di bawah ini Merupakan info yang paling baik..
.
Tanda-tanda sakit yang selalu kita rasakan berhubung kait dengan fungsi tubuh yang lain. Bacalah untuk menilai sejauh mana kesihatan diri anda kerana info ini cukup bagus sebagai bahan rujukkan. Apa apa pun, kalau ada permasalahan dengan tubuh badan cepat-cepat lah pergi ke klinik atau hospital meskipun sakit hanya datang dalam waktu relatif cepat saja kerana mungkin saja dengan datang dalam waktu relatif cepat adalah untuk memberi clue/hint yang kita ni sebenar nya sakit.
.
1. MATA (Bertindak balas dengan keadaan hati)..
a) Mata menjadi merah : Hati mengandungi paras racun yang tinggi. Mata jadi merah mengisyaratkan tubuh kita lagi tengah dalam sistem pembuangan racun.
b) Mata menjadi kabur : Sering berlaku pada waktu pagi. Mengisyaratkan sistem penyeimbangan hati sedang berlaku.
c) Keluar tahi mata : Manfaat hati lemah, pembuangan toksin tengah berlaku. Ini dapat tunjukkan badan mengandungi asid berlebihan.
d) Keluar air mata : Masalah emosi yang bersangkut dengan hati atau bebanan kerja
e) Ketegangan mata dan kelopak : Tekanan perasaan kerana tidak puas hati atau bebanan yang berat.

2. HIDUNG (Hidung memiliki jalinan rapat dengan paru-paru dan kerongkong).
a) Selesema : Proses pembuangan toksin di bahagian kerongkong. Badan mengandungi asid berlebihan (biasanya suhu badan meningkat).
b) Hidung sumbat : Paru-paru mengandungi toksin yang berlebihan. Proses menyeimbangkan masalah alahan hidung.
b) Bersin
i) Proses membuang toksin di bahagian kerongkong.
ii) Proses menyeimbangkan masalah alahan hidung.

3. BATUK
a) Batuk keluar dahak : Proses membuang toksin di bahagian kerongkong.
b) Batuk tanpa dahak : Paru-paru mengandungi racun yang terlalu berlebih. Umumnya kahak pekat keluar selepas beberapa hari mengonsumsi RG.
c) Batuk dan berasa gatal di kerongkong : Sistem buang racun di bahagian kerongkong dan paru-paru, umumnya berlaku pada orang yang banyak merokok atau terdedah pada udara yang tercemar.

4. KERONGKONG
a) Kerongkong kering. Sistem buang racun sedang berlaku di seluruh badan. Ini adalah sinyal bahawa badan kita membutuhkan banyak air untuk buang racun.
b) Sakit kerongkong. Seperti diatas. Paras keracunan lebih serius.

5. BIBIR (Berkaitan dengan manfaat sistem penghadaman)
a) Bibir pucat
i) System penghadaman yang lemah.
ii) Perut mengandungi angin.
iii) Kurang darah yang dikarenakan oleh system penghadaman yang kurang sempurna serta menyebabkan kekurangan zat besi. Sepatutnya diperkuatkan manfaat penghadaman dulu dengan RG saat sebelum mengonsumsi zat besi.
b) Bibir kering serta pecah. Perut mengandungi banyak bahan racun.

6. MULUT DAN LIDAH : Berkaitan dengan fungsi jantung dan system pengedaran darah.
a) Lidah atau gusi bengkak, sakit : Tunjukkan jantung memiliki permasalahan, seperti lemak yang terlalu berlebih, injap jadi lemah, saluran koronari tersumbat dan sebagainya lagi.
b) Lidah, tisu mulut atau gusi jadi pecah-pecah (ulser). Mengisyaratkan darah mengandungi asid terlalu berlebih.
c) Mulut berbau busuk. Sistem penyeimbangan manfaat perut untuk pembuangan racun.

7. TELINGA : Terkait dengan buah pinggang.
a) Telinga merasa tersumbat : Buah pinggang mengandungi racun terlalu berlebih.
b) Telinga berdengung : Tengah menjaga buah pinggang yang lemah. Umumnya tapak kaki merasa sakit saat bangun pagi serta sakit itu hilang sesudah berjalan-jalan.

8. KULIT Berpeluh :
a) Peluh masin : Tubuh mengandungi lebihan asid urik.
b) Peluh berbau : Tubuh singkirkan racun lewat perpeluhan.

9. RUAM DAN BISUL : Tubuh singkirkan racun yang berlemak serta racun yg tidak larut di air.

10. KULIT GATAL DENGAN RUAM : Sistem singkirkan racun lewat kulit disebabkan terlampau banyak mengonsumsi obat yang mengandungi bahan kimia.


11. KULIT PECAH DAN BERAIR : Sistem pembuangan racun yang larut di air. Oleskan serbuk Ganoderma pada kulit berkenaan.

12. RAMBUT GUGUR : Mengisyaratkan manfaat buah pinggang yang lemah. Selepas sistem gugur, rambut bakal tumbuh awal mulanya dengan lebih sihat serta subur.

13. SENDI-SENDI, TANGAN DAN KAKI
a. Sakit Sendi
i) Rasa panas. Tunjukkan ada luka di bahagian sendi berkenaan serta tanda- sinyal penyakit pirai (gout).
ii) Tak rasa panas Sinyal tanda sakit lenguh (rheumatism).
iii) Sakit di bahagian bahu. Mengisyaratkan saluran darah sudah jadi keras serta manfaat metabolisme tak seimbang.
b) KEBAS TANGAN : Pengaliran darah di bahagian atas tubuh tak lancar.
c) KEBAS TANGAN KIRI DAN LENGAN : Sinyal tanda lemah atau sakit jantung. Bila rasa kebas jadi sakit di bahagian lengan serta abadi disana, ini mengisyaratkan serangan sakit jantung mungkin saja berlaku.
d) KEBAS KAKI : Pengaliran darah di bahagian bawah tubuh tak lancar.
e) SAKIT TAPAK KAKI : Mengisyaratkan buah pinggang lemah. Umumnya dikarenakan oleh kekurangan senaman serta duduk terlampau lama.
f) SAKIT TUMIT KAKI : Tunjukkan kekurangan manfaat alat kelamin.
g) RASA PANAS DI TAPAK KAKI : Penyeimbangan manfaat buah pinggang disebabkan lemah tenaga batin.
h) GATAL DI CELAH-CELAH JARI KAKI : Tunjukkan sinyal awal penyakit kaki busuk (Hong Kong Foot).

14. TANDA-TANDA DALAMAN

A. KEPALA. Secara amnya, segala tindak balas yang berlaku di bahagian kepala mempunyai kaitan dengan sistem pengaliran darah, jantung dan saraf otak.

B. PENING/SAKIT DI BAHAGIAN DEPAN KEPALA Menandakan sakit tekanan jiwa (neurosis) akibat bebanan mental dan banyak berfikir.
C. PENING/SAKIT DI BAHAGIAN BELAKANG KEPALA
a) Bahagian atas . Menunjukkan penyakit tekanan darah tinggi.
b) Bahagian bawah (tengkuk). Menunjukkan penyakit tekanan darah tinggi atau tekanan darah.
D. SAKIT KEPALA DAN RASA GAS KELUAR DARI TELINGA :Menandakan penyakit migrain.
E. BISUL TERJADI DI KEPALA Tanda pembuangan toksin sedang berlaku. Kadang-kadang dikaitkan dengan penyakit migrain.
F. RASA PENING YANG MEMUSING Tanda kurang darah atau pengaliran darah tidak lancar.
15. MULUT/KERONGKONG/LIDAH
a) LOYA/MUNTAH . Tanda penyakit lelah. Pembuangan bahan toksik dari bahagian perut.
b) MUNTAH DARAH
i) Darah merah : Pembuangan tisu yang sudah rosak di bahagian kerongkong dan
ii) Darah hitam: Pembuangan tisu yang sudah rosak di bahagian perut; misalnya penyakit ulser.
16. LIDAH RASA TEGANG DAN PENDEK : Tanda sakit jantung.
17. KELUAR AIR LIUR YANG PEKAT . Proses pembuangan toksin dari kerongkong akibat jangkitan kuman
18. KENCING
a) KERAP KENCING Menunjukkan buah pinggang mengandungi kotoran
b) AIR KENCING BERKAPUR Menunjukkan penyakit batu karang dalam buah pinggang.
c) AIR KENCING BERMINYAK : Menunjukkan buah pinggang mengandungi kotoran berlemak.
d) AIR KENCING PEKAT BERWARNA COKLAT : Menandakan proses pembuangan toksin sedang berlaku.
e) AIR KENCING BERDARAH : Penyakit batu karang atau buah pinggang luka.
19. BUANG AIR BESAR
a) CIRIT-BIRIT/KERAP BUANG AIR BESAR : Membersihkan kotoran/keracunan dari usus besar. Cirit-birit dengan serta merta selepas memakan RG, menandakan penyakit barah di bahagian usus besar.
b) SEMBELIT: Membersihkan toksin dari usus kecil.
c) NAJIS BERDARAH
i) Darah merah : Masalah penyakit buasir atau barah di bahagian usus.
ii) Darah hitam: Masalah penyakit ulser perut.
d) NAJIS BERWARNA HITAM : Menunjukkan proses pembuangan toksin di bahagian usus sedang berlaku.
20. BADAN
a) RASA SAKIT : Secara amnya, segala kesakitan badan adalah disebabkan saluran darah.
i) Sakit menyucuk : Proses menyeimbangkan urat saraf.
ii) Sakit sengal: Menandakan luka di dalam badan.
iii) Sakit menyentap: Proses menyeimbangkan urat saraf yang berkaitan dengan organ-organ badan.
iv) Sakit menegang : Proses melancarkan pengaliran darah.
b) BADAN TERASA BERAT/ MALAS/ LENGUH . Badan mengandungi asid yang berlebihan. Proses penyeimbangan
c) BADAN TERASA PANAS . Badan mengandungi asid yang berlebihan. Ini menandakan badan memerlukan banyak air untuk menjalankan proses pembuangan toksin.
d) BADAN TERASA RINGAN : Menandakan badan segar dan proses awet muda sedang berlaku.
21. RASA TAKUT MENGEJUT : Lemah fungsi buah pinggang. Tenaga batin lemah.
22. CEPAT NAIK DARAH/MARAH : Fungsi hati lemah. Tekanan darah tinggi.
23. RASA BIMBANG DAN TAKUT : Sistem paru-paru yang lemah.
24. RASA SERONOK ATAU BIMBANG TANPA SEBAB :
a) Sistem jantung yang lemah.
b) Sistem saraf otak yang lemah.
c) Masalah pengaliran darah.
25. SUKA BERFIKIR DAN BERKHAYAL : Sistem penghadaman yang lemah.
Disediakan oleh:
Pn. Rusnani Omar
Penolong Pendaftar
Unit Keselamatan & kesihatan Pekerjaan
Universiti Malaysia Perlis