Senin, 08 Juli 2013

Pengertian Piutang dan Jenis-Jenis Piutang

Pengertian Piutang dan Jenis-Jenis Piutang

ilustrasi
ilustrasi

PENGERTIAN PIUTANG

Secara sederhana, piutang dapat diartikan sebagai berikut : ” Hak seseorang atas orang lain disebabkan adanya proses pinjam-meminjam dimasa lampau”.
Untuk lebih jelas mengenai pengertian piutang ini, mari kita simak penjelasan para ahli tentang defenisi piutang :
“Piutang meliputi semua transaksi pembelian secara kredit tetapi tidak membutuhkan suatu bentuk catatan atau surat formal yang ditandatangani yang menyatakan kewajiban pihak pembeli kepada pihak penjual”. Syamsuddin 2001 – 254
“Piutang adalah hak untuk menagih sejumlah uang dari sipenjual kepada sipembeli yang timbul karen adanya suatu transaksi”. Haryono Yusuf 2001 – 52
“Piutang adalah aktiva atau kekayaan perusahaan yang timbul sebagai akibat dari dilaksanakannya kebijakan penjualan kredit”. Indrio Gitosudarmo dan Basri 2002 – 81
“Piutang berisikan pemberian kredit yang diberikan perusahaan kepada konsumennya ketika menjual barangnya. Mereka mengambil setiap bentuk penjualan kredit dimana perusahaan meneruskannya kembali kepada perusahaan lain”. Prastowo dan Julianty 2002 – 147
“Piutang terjadi karena penjualan barang dan jasa tersebut dilakukan secara kredit yang umumnya dilakukan untuk memperbesar penjualan”. Muhammad Muchlis 2003 – 109
“Piutang dagang adalah tagihan kepada pihak lain (kepada kreditor atau langganan) sebagai akibat adanya penjualan barang dagangan secara kredit”. Munawir 2004
“Piutang dagang menunjukkan piutang yang timbul dari penjualan barang-barang atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan, dalam kegiatan normal perusahaan biasanya piutang dagang akan dilunasi dalam jangka waktu kurang dari satu tahun, sehingga dikelompokkan dalam aktiva lancar”. Zaki Baridwan – 2004 – 124
“Piutang (receivables) merupakan proses penjualan barang hasil produksi secara kredit”. Enny Pudjiastuti 2004 – 117
“Piutang meliputi semua hak atau klaim perusahaan pada organisasi lain untuk menerima sejumlah kas, barang, atau jasa di masa yang akan datang sebagai akibat kejadian pada masa yang lalu”. Rusdi Akbar 2004 – 199
“Piutang merupakan kebiasaan bagi perusahaan untuk  memberikan kelonggaran-kelonggaran kepada para pelanggan pada waktu melakukan penjualan. Kelonggaran-kelonggaran yang diberikan biasanya dalam bentuk mempernolehkan para pelanggan tersebut membayar kemudian atas penjualan barang atau jasa yang dilakukan”. Soemarso 2004 – 338
“Piutang adalahklaim terhadap sejumlah uang yang diharapkan akan diperoleh pada masa yang akan datang”. Wibowo dan Abu Bakar Arif 2005 – 151
“Piutang meliputi semua klaim dalam bentuk uang terhadap pihak lainnya, termasuk individu, perusahaan atau organisasi lainnya”. Warren Reeve dan Fess 2005 – 404
“Piutang meliputi jumlah uang yang dipinjam dari perusahaan oleh pelanggan yang telah membeli barang atau memakai jasa secara kredit”. Horne 2005 – 258
“Piutang dapat didefinisikan dalam arti luas sebagai hak atau klaim terhadap pihak lain atas uang, barang, dan jasa. Namun, untuk tujuan akuntansi, istilah ini umumnya diterpakan sebagai klaim yang diharapkan dapat diselesaikan melalui penerimaan kas”. Smith 2005 – 286
“Piutang adalah tagihan perusahaan kepada pihak ain yang nantinya akan dimintakan pembayarannya bilamana telah sampai  jatuh tempo”. M. Munandar 2006 – 77
“Piutang dagang (account receivable) merupakan “tagihan perusahaan kepada pelanggan atau pembeli atau pihak lain yang membeli produk perusahaan”. Martono dan Harjito 2007 – 95
“Piutang merupakan klaim terhadap pihak lain, apakah klaim tersebut berupa uang, barang atau jasa, untuk maksud akuntansi istilah dipergunakan dalam arti yang lebih sempit yaitu merupakan klaim yang diharapkan akan diselesaikan dengan uang”. S. Hadibroto

JENIS – JENIS PIUTANG

Untuk meningkatkan daya beli konsumen, kebanyakan perusahaan penjualan memberikan fasilitas kredit terhadap konsumennya. Nah dari situlah salah satu sumber piutang. Akan tetapi piutang tidak hanya berasal dari kredit, bisa juga berasal dari tagihan lain.
Tujuan klasifikasi piutang ini sebenarnya dilakukan untuk memudahkan pembukuan transaksi yang mempengaruhinya.
“Menurut sumber terjadinya, piutang digolongkan ke dalam dua (2) kategori yaitu: piutang usaha dan piutang lain-lain. Piutang usaha timbul karena penjualan produk atau jasa dalam rangka kegiatan normal usaha, sementara piutang yang timbul di luar kegiatan normal usaha digolongkan sebagai piutang lain-lain”. Ikatan Akutansi Indonesia 2007 – 451
Jenis – jenis piutang secara umum :
A. Piutang Dagang (Trade Receivable)
Piutang dagang adalah tagihan perusahaan dagang kepada konsumen yang berasal dari penjualan barang secara tidak kas atau kredit. Piutang dagang adalah tipe piutang yang paling banyak ditemukan dan biasanya memiliki jumlah yang paling besar.
Piutang dagang dapat dikelompokkan menjadi dua yakni :
1. Piutang Usaha (Account Receivable)
Piutang usaha ini berasal dari penjualan kredit jangka pendek dan umumnya bisa ditagih dalam waktu satu sampai 2 bulan. Biasanya piutang usaha tidak melibatkan bunga, meskipun pembayaran bunga atau biaya jasa bisa saja dibebankan jika pembayarannya tidak dilakukan dalam periode tertentu.
2. Wesel Tagih (Notes Receivable)
Wesel tagih merupakan janji tertulis untuk membayar sejumlah uang tertentu pada tanggal tertentu di masa yang akan datang. Wesel tagih bisa bersumber dari penjualan, pembayaran ataupun transaksi lainnya. Wesel tagih dapat bersifat jangka pendek ataupun jangka panjang. Wesel tagih dapat digolongkan menjadi dua jenis, yakni :
  • Wesel tagih berbunga (interest bearing notes). Wesel ini ditulis sebagai perjanjian untuk membayar pokok atau jumlah nominal serta ditambah dengan bunga yang terhutang pada tingkat khusus.
  • Wesel tagih tanpa bunga (non-interest bearing notes). Pada wesel tagih tanpa bunga tidak dicantumkan persen bunga, akan tetapi jumlah nominalnya meliputi beban bunga.
B. Piutang Lain-lain (Non Dagang)
Piutang lain-lain adalah tagihan perusahaan kepada pelanggan atau pihak lain akibat dari transaksi yang secara tidak langsung berhubungan dengan kegiatan normal usaha perusahaan. Beberapa contoh yang termasuk dalam piutang jenis ini :  piutang pegawai, piutang dari perusahaan afiliasi,piutang dividen, piutang bunga, dan lain-lain.
Jika IAI mengelompokkan piutang kedalam dua jenis piutang. Maka Niswonger membedakan piutang menjadi tiga macam yakni :
1. Piutang Usaha – Piutang yang dapat ditagih antara 1 – 2 bulan.
2. Piutang Wesel / Wesel Tagih – Piutang yang ditagih lebih dari 2 bulan.
3. Piutang lain-lain – Jenis piutang ini, apabila dapat ditagih dalam jangka satu tahun, maka akan diklasifikasikan ke dalam aktiva lancar. Jika tidak, akan dicatat sebagai aktiva tidak lancar.

Contoh Laporan Laba Rugi Perusahaan Dagang


Pengertian Laporan Laba Rugi

Laporan laba rugi ialah catatan yang menyajikan sumber pendapatan dan beban perusahaan dalam hal ini perusahaan dagang dalam satu periode tertentu. Rumus untuk menghitung Laba Rugi perusahaan dagang :
Laba Bersih = Laba Kotor – Beban Usaha
Beban usaha dalam perusahaan Dagang terdiri dari Beban Penjualan yakni pembelian barang dagangan. Dan Beban Administrasi/umum seperti, listrik, telepon, dll. Rumus untuk menghitung laba kotor usaha :
Laba Kotor = Penjualan Bersih – Harga Pokok
Rumus untuk menghitung Penjualan Bersih Perusahaan dagang :
Penjualan Bersih =  penjualan – retur penjualan dan pengurangan harga – potongan penjualan.

Contoh Laporan Laba Rugi Usaha Dagang

sumber : anitawulan.wordpress.com
sumber : anitawulan.wordpress.com
Berikut contoh lain dari laporan laba rugi perusahaan Dagang
Laporan Rugi/Laba
UD ANGIN RIBUT
Per 31 Nopember 2011
Pendapatan
Penjualan                                                              10.000.000
Harga Pokok Penjualan      
Persediaan Awal                                  2.000.000
Pembelian                                             7.000.000
Persediaan Untuk Dijual                     9.000.000
Persediaan Akhir                                 3.000.000
Harga Pokok Penjualan                                         6.000.000
Laba Kotor                                                               4.000.000

Biaya Operasional
Biaya Komisi                                          500.000
Biaya Transportasi                                100.000
Biaya Listrik, Telepon, Air                   600.000
Biaya Gaji Pegawai                               1.200.000
Biaya Penyusutan Bangunan              300.000
Biaya Penyusutan Inventaris              200.000
Total                                                                         2.900.000
Laba Operasi                                               1.100.000
Biaya Bunga                                                                 100.000
Laba Sebelum Pajak                                                1.000.000
Biaya Pajak                                                                  200.000
Laba/Rugi Bersih                                           800.000

Cara praktis menyusun Jurnal Penyesuaian dengan benar - See more at: http://akuntansipendidik.blogspot.com/2012/10/cara-praktis-menyusun-jurnal-penyesuaian-dengan-benar

Jurnal Penyesuaian merupakan jurnal yang harus disusun karena terdapat kondisi keuangan yang perlu disesuaiakan. Kondisi keuangan yang perlu disesuaikan tersebut terkait dengan berkurangnya atau bertambahnya nilai suatu akun. Misalnya saja terdapat penyusutan nilai mesin atau gedung, ataupun adaya penambahan utang gaji dan sebagainya, untuk lebih jelas silahkan baca postingan sebelumnya tentang Hakikat jurnal penyesuaian.
Dalam Postingan ini akan di jelaskan tentang:

Tips menganalisis ayat jurnal penyesuaian dengan benar

Agar lebih memahami teknik penyusunan jurnal penyesuaian maka dalam pembahasan ini akan dilakukan dengan menyediakan soal dan pembahasan penyusunan jurnal penyesuaian, Silahkan anda baca dan pahami dahulu soal (transaksi dan ayat jurnal penyesuaian dibawah ini)

Transaksi yang terjadi:
Tanggal 2 mei tahun 2012  : Saya mendirikan salon yang diberi nama
              "Salon efi" dengan menyetorkan uang sebesar Rp 7.500.000
Tanggal 3 Mei tahun 2012    : Dibayar sewa ruangan Rp 600.000 untuk satu
              tahun secara tunai
Tanggal 4 Mei tahun 2012    : Dibayar tunai peralatan Rp 2.000.000
Tanggal 5 Mei tahun 2012 : Dibayar perlengkapan secara kredit Rp 500.000
Tanggal 6 Mei tahun 2012    : Dibayar Iklan Rp 250.000 secara tunai
Tanggal 15 Mei tahun 2012  :
               a) Dibayar Gaji Karyawan untuk 15 hari
                 (tanggal 1 mei sampai 15 mei) Rp 360.000,
             b) Diterima hasil jasa Rp 1.000.000
Tanggal 19 Mei Tahun 2012  : Dibayar beban Listrik dan telepon Rp 300.000
Tanggal 20 Mei tahun 2012    : Diterima pinjaman dari bank Rp 15.000.000
Tanggal 23 Mei tahun 2012    :
             a) Dibeli Peralatan RP 1.900.0000 secara tunai
             b) Dibayar hutang Rp 250.000
Tanggal 31 Mei tahun 2012    :
            a) Diterima hasil jasa Rp 2.250.000
            b) Dibayar Gaji karyawan Rp 360.000
        c) Saya Mengambil uang dari kas untuk kepentingan keluarga
            sebesar Rp 500.000

Ayat Jurnal Penyesuaian (AJP) per 31 Mei 2012:
1. Peralatan diperhitungkan dapat dipakai lima (5) tahun.
2. Perlengkapan yang belum dipakai sampai dengan tanggal 31 Mei 2012 senilai Rp 125.000
3. Utang Bank diatas dengan Bungan 12% pertahun, bunga dibayar setiap bulan pada tanggal 23.
4. Sewa Ruangan diatas dicatat sebagai Beban.


Setelah anda membaca dan memahami transaksi yang terjadi selanjutnya akan dilakukan pembahasan tentang analisis AJP dan Penyusunan Jurnal Penyesuaian, Silahkan simak pembahasan berikut ini:
Berdasarkan AJP yang telah anda baca di atas maka diketahui terdapat empat (4) Kondisi yang memerlukan penyesuaian yaitu Penyusutan Peraltan, adanya Beban Perlengkapan, Utang Bunga bank dan Beban sewa.

Analisis Jurnal Penyesuaian Penyusutan peralatan

Penyusutan peralatan harus dibuatkan jurnal penyesuaian karena peralatan yang telah terpakai selama waktu pemakaian dicatat sebagai beban.
Telah diketahuai bahwa pada Tanggal 4 Mei Salon Efi membeli peralatan senilai Rp 2.000.000 dan pada tanggal 23 Mei senilai Rp 1.900.000 secara tunai Jadi jumlah total peralatan yang dimiliki Salon efi senilai Rp 3.900.000.
Diketahui dari AJP bahwa peralatan tersebut dapat dipakai selama 5 tahun (Umur ekonomis 5 th), sedangkan peralatan tersebut baru dipakai selama 1 bulan (tanggal 4 sampai 31 mei 2012) jadi terdapat pengurangan atau penyusutan nilai peralatan dalam 1 bulan.
penyusutan peralatan selama 1 bulan dapat dihitung sebagai berikut:
(2000.000+1900.000)/ (5X12) = 65.000
Keterangan:
2000.000    : Nilai peralatan yang dibeli tanggal 4 mei
1900.000    : Nilai Peralatan yang dibeli tanggal 23 Mei
5                 : 5 Tahun (Umur Ekonomis)
12               : Jumlah bulan dalam 1 tahun.
Jadi Jurnal Penyesuaian yang disusun adalah:
    Beban Penyusutan Peralatan .............. Rp 65.000
                Akumulasi Penyusutan Peralatan .............Rp 65.000

Analisis Jurnal Penyesuaian Perlengkapan

Perlengkapan perlu dibuat jurnal penyesuaian karena perlengkapan yang telah terpakai dicatat sebagai beban bukan lagi Perlengkapan.
Diketahuai bahwa pada tanggal 5 mei Salon efi membeli perlengkapan senilai Rp 500.000, Sedangkan sampai dengan 31 mei perlengkapan yang belum terpakai (tersisa) senilai Rp 125.000.
Jadi perlengkapan yang telah terpakai tidak lagi dicatat sebagai perlengkapan tetapi dicatat sebagai beban perlengkapan, sehingga perlu dibuat penyesuaian.
Perlengkapan yang terpakai dapat dihitung sebagai berikut:
Perlengkapan terpakai = Total Perlengkapan - Perlengkapan yang tersisa
                                   = 500.000 - 125.000
                                   = 375.000
Jadi Jurnal Penyesuaian yang dibuat adalah:
      Beban Perlengkapan ............... Rp 375.0000
                     Perlengkapan ......................Rp 375.000

Analisis Jurnal Penyesuaian Utang Bunga Bank

Utang bunga perlu dibuat penyesuaian karena bunga bank tersebut telah menjadi beban Salon efi namun belum dicatat sehingga perlu dicatat.
Diketahui bahwa pada tanggal 20 Mei Salon efi meminjam uang di bank sebesar Rp 15.000.000, dan diketahui dalam AJP bahwa dari pinjaman tersebut Salon efi dikenakan bunga sebesar 12% per tahun dan harus dibayar setiap tanggal 23 tiap bulan.
Jadi dalam hal ini kita mencari nilai utang bunga yang telah menjadi beban bunga yang harus dicatat dalam jurnal penyesuaian.
Perhitungan beban bunga dapat dihitung sebagai berikut:
Pembayaran bunga setiap tanggal 23 mei sehingga yang menjadi beban bunga mulai tanggal 23 sampai 31 mei yaitu 8 hari.
Perhitungan:
Bunga 1 tahun       ; 12% x 15.000.000 = Rp 1.800.000
Bunga 1 bulan       ; 1.800.000 : 12       = Rp 150.000
Bunga 1 Hari        ; 150.000 : 30           = Rp 5000
Jadi Bunga 8 hari  ; 5000 x 8                 = Rp 40.000
Dengan Demikian Jurnal Penyesuaian yang dibuat adalah:
 Beban Bunga Bank ........ RP 40.000
           Utang Bunga Bank ......Rp 40.000

Analisis Jurnal Penyesuaian Beban Sewa dibayar di muka

Diketahui bahwa pada tanggal 3 Mei dibayar sewa ruangan untuk satu tahun sebesar Rp 600.000, dan di AJP diketahui bahwa sewa ruangan tersebut dicatat sebagai beban.
Berdasarkan kondisi tersebut maka pada ahir bulan mei perlu dibuat penyesuaian terhadap sewa ruangan sehingga laporan keuangan yang dibuat Salon efi menunjukan nilai beban sewa yang sebenarnya.
Perhitungan:
Sewa 1 tahun                                   = Rp 600.000
Sewa 1 bulan  ; Rp 600.000 : 12      = 50.000
Jadi beban sewa bulan mei adalah Rp 50.000, Sehingga dibuat jurnal penyesuaian sebagai berikut:
     Sewa dibayar dimuka ...............Rp 550.000
                Beban sewa Ruangan..............Rp 550.000
Jika anda bertanya mengapa dalam jurnal penyesuaian nilai sewa dibayar dimuka dan beban sewa sebesar RP 550.000 Bukan Rp 50.000????
Maka jawabnya adalah:
Karena pada saat transaksi pembayaran sewa ruangan pada tanggal 3 mei sebesar 600.000 dijurnal umum dicatat sebagai beban, untuk jelasnya sbb:
    Beban sewa ruangan ....... Rp 600.000
           Kas .......................Rp 600.000

Sedangkan beban sewa ruangan yang dicatat tersebut diatas untuk satu tahun padahal sekarang baru berjalan satu bulan, sehingga agar dalam laporan keuangan khususnya laporan laba-rugi akun beban sewa menunjukan nilai yang sebenarnya yaitu Rp 50.000
maka disusun Jurnal Penesuaian sebagai berikut:

Sewa dibayar dimuka ...............Rp 550.000
        Beban sewa Ruangan...............Rp 550.000

Nah jika kita perhatikan akun beban sewa dalam jurnal umum posisinya adalah Debit sebaliknya akun beban sewa dalam jurnal penyesuaian posisinya Kredit, sehingga saldo beban sewa diperoleh dari nilai beban sewa debit dikurangi nilai beban sewa kredit. Jadi dalam laporan laba rugi nilai akun beban sewa adalah:
Rp 600.000 - Rp 550.000 = Rp 50.000. Dengan demikian akun beban sewa dalam laporan laba-rugi menunjukan nilai yang sebenarnya yaitu Rp 50.000.
Demikianlah pembahasan cara Praktis menyusun jurnal penysuaian dengan benar, semoga postingan ini dapat bermanfaat bagi anda,, jika berkenan silahkan baca postingan lainnya di blog akuntansi pendidik.., salam sukses

Jasa Konsultan - 081316353264: Sekilas Prinsip Akuntansi Berterima Umum (PABU)

Jasa Konsultan - 081316353264: Sekilas Prinsip Akuntansi Berterima Umum (PABU): Technorati Tags: GAAP , PSAK , Accounting Laporan keuangan adalah suatu asersi yang disusun berdasarkan suatu standar atau kriteria yang ...

TIPS PRESENTASI SIDANG Tugas Akhir/Skripsi


Berikut adalah berbagai tips untuk para mahasiswa D3, S1 / S2 sebelum  melakukan presentasi di depan para penguji para dosen, pembimbing skripsi.  Semoga bermanfaat :

1.      Berdoa kepada Tuhan, sebelum melakukan presentasi.  Ini wajib dilakukan oleh presenter, sebelum melakukan aktivitas:
“…..Wahai Tuhanku, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku…..”
Amin
Yakinlah apa yang penulis lakukan adalah dengan niat baik, niat karena Allah, sang pemilik dan penguasa alam semesta dan isinya.  Jangan niat yang lain-lain, niatlah karena penulis ingin segera lulus karena Allah,  segera mengamalkan ilmu penulis sesegera mungkin, semua itu karena Allah.
 
2.      Datanglah sekitar 1 jam lebih awal sebelum melakukan presentasi. Jangan datang terlambat karena akan merusak suasana ujian dan menurunkan nilai Anda dimata para penguji.  Siapkan materi/bahan presentasi dan peralatan yang diperlukan, jangan lupa membawa flash disk dan data cadangan.
3.      Bedakan materi presentasi dengan makalah skripsi . Materi presentasi dan makalah skripsi adalah dua hal yang berbeda, walaupun topiknya sama.  Pada  umumnya dosen penguji telah memegang dan membaca makalah skripsi tersebut, sebelum diadakannya sidang ujian.
4.      Gunakan Microsoft Power Point sebagai alat presentasi visual.
Media untuk menampilkan memegang peran sangat penting, apakah penulis akan memakai plastik transparansi atau audio-visual dengan komputer danin-focus (projector).  Untuk sekarang sebaiknya  jangan menggunakan plastik transparansi, karena sudah KUNO.  Jangan berlebihan presentasi dengan menggunakan program animasi misalnya dengan menggunakan program Macro media, Animator  atau program animasi semacamnya karena kelihatan akan berlebihan mengganggu.   Cukuplah gunakan Power point dengan sentuhan gambar, tabel, grafik warna yang menunjang, dan ada pokok-pokok kalimat yang dipentingkan untuk ditampilkan.
5. Gunakan font tulisan dan ukuran yang tepat
Font dan ukuran adalah dua hal penting yang perlu diperhatikan.  Pemilihan font dan ukuran yang salah maka otomatis presentasi anda akan tidak efektif.  Tidak membantu bahkan menyulitkan / mengganggu presentasi anda.  Selama ini hanya ada dua font yang sering dipakai, baik pada bahasa tulis maupun presentasi, yaitu font TIMES NEW ROMAN (TNR) dan ARIAL.  Ukuran yang digunakan biasanya adalah  minimal 16 point sampai dengan , maksimal 36 point.
6. Paragraf atau kalimat.
Makalah yang digunakan dalam presentasi, gunakan paragraf yang pendek-pendek, jangan terlalu panjang, yang penting-penting saja yang ditampilkan.  Dalam presentasi maka keberadaan presenter di sana adalah perlu.  Bila ada yang kurang jelas sedikit maka penulis (presenter) bisa menjelaskan secara lisan.
7. Ingat nama dan sebutkan semua gelar
Ini juga penting.  Orang itu berbeda karena ia mempunyai nama, dan setiap nama adalah unik.  Oleh sebab itu saat pembukaan sebutlah nama moderator, dosen pembimbing dan penguji lengkap dengan gelarnya.  Salah satu yang dibanggakan oleh dosen adalah gelar yang banyak, dan bila perlu sebutkan haji bila ia pernah naik haji.  Dengan demikian ada kesan akrab,friendly, sudah terkenal, dan dihormati. Ini sangat penting untuk diketahui dan dihafalkan.  Oleh sebab itu tanyalah pada bagian Tata usaha atau  Panitya ujian, dan hafalkan lebih dahulu nama dosen penguji, lengkap dengan gelarnya.
8. Buatlah presentasi sederhana  
Buatlah presentasi yang sederhana seperti  Google.  Jangan terlalu banyak animasi dalam tampilan.  Pilihlah warna yang kontras, sehingga materi mudah dipahami. Jangan terlalu banyak warna.  Gunakan hanya warna utama dasar yaitu hitambiru tuamerah tua dan hijau tua untuk teks latar depan, sedangkan warna yang lembut atau yang tidak tegas seperti putih kuning,biru muda dan warna-warna muda sebaiknya dipakai sebagai latar belakang teks presentasi.
9. Isi, urutan presentasi.
Materi yang dipresentasikan juga dapat digunakan sebagai timer agar presentasinya tepat waktu.  Dalam hal isi maka kelihatannya tidak jauh berbeda dengan penulisan makalah tulis, yaitu mulai dengan : 1.  Pendahuluan,  2.  Isi yang akan disampaikan, 3.  Kesimpulan.  Waktu yang digunakan untuk presentasi biasanya sekitar 15 hingga 20 menit.
10. Siapkan untuk hal-hal yang tak terduga.
Siapkan untuk hal yang mendadak seperti kertas buram yang berisi panduan  rumus-rumus, kata kunci,  bagan-bagan tertentu dan sebagainya.  Jangan lupa bawa USB-flashdrive cadangan bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.  Jika tempatnya presentasi belum pasti, usahakan membawa laptop sendiri.  Kesiapan materi ini penting, jangan sampai anda ditempat presentasi ternyata ada masalah.  Keringat dingin keluar, panik akhirnya percaya diri  yang sudah disiapkan jauh-jauh jadi hilang.  Bayangkan  Anda di depan, sudah ditunggu oleh para hadirin (penguji atau pendengar) dan tidak ada masalah dengan teknologi yang dibawa.
Sebelum dimulai sebaiknya dilakukan uji coba LCD in-focus yang akan digunakan apakah sudah berjalan baik atau belum.  Bila ada masalah cobalah minta bantuan teknisi.
11. Tampilan diri.
Pakailah sesuatu yang baru sebelum ujian, misalnya dengan memakai pakaian baru, kaos kaki baru dan sepatu baru.   Kalau perlu semuanya baru, baru dibeli dari atas ke bawah, bila mencukupi dananya. Tapi bila tak cukup dana, maka minimal belilah sesuatu yang baru misalnya sapu tangan yang baru.  Mengapa harus ada sesuatu yang baru ? Ya sebab kalau memakai sesuatu yang baru dapat menimbulkan semangat, walaupun tidak selalu.   Namun sekali lagi, bila  tak cukup dana, maka minimal pakailah pakaian bersih, formal dan wangi. Ini menimbulkan kesan percaya diri bersemangat, sehat, rapi dan sopan. Pakailah pakaian yang membuat percaya diri, jadilah diri anda sendiri. Dari pengalaman menunjukkan bahwa pakaian yang netral untuk presentasi adalah setelan jas warna gelap, baju putih dan dasi, atau bisa pula setelan baju lengan panjang polos (Bisa gelap atau putih) dan dasi.
12. Kenali Lokasi / ruangan tempat presentasi  
Sebelum Anda bertempur, maka kenali dulu keadaan sekeliling. Dari segi fisik carilah lokasi ruangan yang akan digunakan untuk sidang / presentasi. Kalau bisa coba peralatan yang ada semisal proyektor / in-focus, mic, komputer dan saklar dan kabel-kabel.  Pastikan semuanya berfungsi dengan baik.   Lihat pula perkiraan tempat duduk moderator, pembimbing dan penguji.   Renald Khasali menyatakan bahwa sebelum melakukan presentasi : ”periksalah kedalaman sungai ”. Maksudnya tidak ada salahnya mengetahui latar belakang penguji : apakah ia dari Prof, Dr atau Magister ? Apakah ia dosen statistik, manajemen, akuntansi, sosial atau teknik (sesuai dengan fak penulis) ?
13. Jangan gugup saat menjawab
Saat terjadi interaksi dan sesi tanya jawab antara presenter dengan penguji, berlakulah sopan, percaya diri, dan jangan gugup. Wajah jangan tegang. Dosen akan menanyakan apa yang Anda tulis di buku skripsi Anda. Mengapa ini begini, mengapa ini begitu. Jawablah semua pertanyaan dengan jawaban dengan baik dan tegas, jangan hanya diam. Jangan bilang tidak tahu. Jelaskan saja apa yang Anda tahu dan mengapa Anda menulis demikian.
14. Bila telah selesai, ucapkan terima kasih kepada para moderator dan penguji.
Contohnya seperti ini. “Demikian skripsi / thesis ini kami sampaikan. Terima kasih banyak kepada dewan penguji dan moderator dapat datang untuk menguji dan memberi masukan kepada saya. Semoga apa yang telah saya sampaikan dan masukan-masukan dari dewan penguji dapat bermanfaat bagi saya dan masyarakat akademik dan umum. Kurang lebih saya mohon maaf. Terima kasih banyakLalu penulis keluar, jangan lupa tersenyum dan bersalaman dengan para penguji dan moderator. Lalu jangan lupa berdoa, semoga ujian dapat lulus dengan nilai baik. Amiien.

Senin, 01 Juli 2013

Rabu, 26 Juni 2013

Lirik Lagu Ari Lasso – Hampa

Kupejamkan mata ini

Mencoba tuk melupakan
Segala kenangan indah
Tentang dirimu tentang mimpiku
Semakin aku mencoba
Bayangmu semakin nyata
Merasuk hingga ke jiwa
Tuhan tolonglah diriku

Reff :
Entah di mana dirimu berada
Hampa terasa hidupku tanpa dirimu
Apakah di sana slalu rindukan aku
Seperti diriku yang slalu merindukanmu
Selalu merindukanmu
Tak bisa aku ingkari
Engkaulah satu-satunya
Yang bisa membuat jiwaku
Yang pernah mati menjadi berarti
Namun kini kau menghilang
Bagaikan ditelan bumi
Tak pernahkah kau sadari
Arti cintamu untukku