Kamis, 18 April 2013

UTANG JANGKA PANJANG DAN JENIS OBLIGASI

UTANG JANGKA PANJANG DAN JENIS OBLIGASI: Utang jangka panjang digunakan untuk menunjukkan utang-utang yang pelunasannya akan dilakukan dalam waktu l...

Contoh Soal Investasi Obligasi

PT. Yamaha Sekuritas tanggal 1 Juli 2003 membeli obligasi PT. Toyota Astra Motor yang nominalnya sebesar Rp 500.000.000,- dengan kurs 98% ditambah bunga berjalan. Bunga obligasi 7% dibayarkan tiap tanggal 1 Pebruari dan 1 Agustus.
Obligasi akan jatuh tempo tanggal 1 Agustus 2005. Pada tanggal 1 Agustus 2004, PT. Toyota Astra Motor menawarkan penjualan saham biasa, nominal Rp 1000,- dan memberi hak kepada pemegang obligasi, untuk menukarkan obligasinya dengan perbandingan Rp 100.000 obligasi ditukarkan dengan 100 lembar saham. PT. Yamaha Sekuritas menukarkan obligasinya sebesar Rp 250.000.000,- dengan 25.000 lembar saham biasa pada tanggal tersebut.
Bunga obligasi diterima pada saat pertukaran. Pada tanggal 1 April 2005, obligasi sebesar Rp 100.000.000,- dijual dengan kurs 99% ditambah bunga berjalan..
Diminta :
Buat jurnal untuk mencatat transaksi tersebut, termasuk adjusment akhir tahun beserta perhitungannya !
JAWAB :
Tahun 2003
1 Juli
Investasi Obligasi 490.000.000
Pendapatan Bunga 14.583.333,33
Kas 504.583.333,33
(Mencatat pembelian obligasi)
Perhitungan :
Kurs : 98% x Rp 500.000.000 = 490.000.000
Bunga (1/2 – 1/7) 5/12 x 7% x Rp 500.000.000 = 14.583.333,33
---------------------
Kas keluar Rp 504.583.333,33
1 Agustus
Kas 17.500.000
Pendapatan Bunga 17.500.000
(Mencatat pendapatan bunga)
Perhitungan :
Bunga 6 bulan : 6/12 x 7% x Rp 500.000.000 = Rp 17.500.000
31 Desember
Piutang Bunga 14.583.333,33
Pendapatan Bunga 14.583.333,33
(Mencatat/adjusment pengakuan atas pendapatan bunga)
Perhitungan :
1/8 – 31/12 (5 bulan) : 5/12 x 7% x Rp 500.000.000 = Rp 14.583.333,33
Investasi Obligasi 2.400.000
Pendapatan bunga 2.400.000
Perhitungan :
Umur Obligasi (1/7/2003 – 1/8/2005) = 25 bulan
Disagio Obligasi : Rp 500.000.000 – 490.000.000 = Rp 10.000.000
Tahun 2003 (1/7 – 31/12 ) : 6/12 x 10.000.000 = Rp 2.400.000
Tahun 2004
1 Januari
Pendapatan Bunga 14.583.333,33
Piutang Bunga 14.583.333,33
( Jurnal pembalik/reversing)
1 Pebruari
Kas 17.500.000
Pendapatan Bunga 17.500.000
(Mencatat pendapatan bunga obligasi)
Perhitungan :
6/12 x 7% x Rp 500.000.000 = Rp 17.000.000
1 Agustus
Kas 17.500.000
Pendapatan Bunga 17.500.000
(Mencatat pendapatan Bunga Obligasi)
Perhitungan :
6/12 x 7% x Rp 500.000.000 = Rp 17.000.000
Adjusment : ( 1/1 – 1/8 ) = 7 bulan
7/12 x 10.000.000 x 1/2 = Rp 2.916.666,67
Jurnal :
Investasi Obligasi 2.916.666,67
Pendapatan Bunga 2.916.666,67
Pertukaran obligasi dengan saham :
250.000.000
Nominal saham ---------------- = 250.000 lembar x @ Rp 1.000 = Rp 250.000.000
1.000
Harga pokok Obligasi : 1/2 x 490.000.000 = 245.000.000
(1/7 /2003– 1/8/2004) = 13 bulan
13/25 x 1/2 x 10.000.000 = 2.600.000
----------------
247.600.000
Nominal saham 250.000.000
----------------
Laba Rp 2.400.000
Jurnal :
Investasi Saham 250.000.000
Investasi Obligasi 247.600.000
Laba Pertukaran 2.400.000
(Mencatat pertukaran obligasi dengan saham)
31 Desember
Piutang Bunga 7.291.666,67
Investasi Obligasi 2.400.000
Pendapatan Bunga 9.691.666,67
(Mencatat pengakuan pendapatan bunga)
Perhitungan :
1/1 - 31/12 (12 bulan) : 12/25 x 1/2 x 10.000.000 = 2.400.000
1/8 – 31/12 (5 bulan) : 5/12 x 7% x 250.000.000 = 7.291.666,67
Tahun 2005
1 Januari
Pendapatan Bunga 7.291.666,67
Piutang Bunga 7.291.666,67
(Jurnal pembalik)
1 Pebruari
Kas 8.750.000
Pendapatan Bunga 8.750.000
(Mencatat pendapatan Bunga Obligasi)
Perhitungan :
6/12 x 7% x 250.000.000 = 8.750.000
1 April
Adjusment :
3/25 x 1/5 x 10.000.000 = 240.000
Jurnal :
Investasi Obligasi 240.000
Pendapatan Bunga 240.000
Penjualan Obligasi :
Kurs : 99% x 100.000.000 99.000.000
Harga Pokok : 98% x 100.000.000 98.000.000
Akumulasi disagio 1/7/2003 – 1/4/2005 (21 bulan)
21/25 x 1/5 x 10.000.000 1.680.000
--------------
99.680.000
--------------
Rugi 680.000
Bunga (1/ 2 – 1/4 ) : 2/12 x 7% x 100.000.000 = 1.166.666,67
Jurnal :
Kas 100.166.666,67
Rugi Penjualan 680.000
Investasi Obligasi 99.680.000
Pendapatan Bunga 1.166.666,67
(Mencatat penjualan obligasi sebesar Rp 100.000.000)
1 Agustus
Investasi Obligasi 840.000
Pendapatan Bunga 840.000
Perhitungan :
Adjusment : (1/1 – 1/8 ) : 7/25 x 150/500 x 10.000.000 = 840.000
Pelunasan Obligasi 150.000.000
Bunga : 6/12 x 7% x 150.000.000 5.250.000
---------------
Kas diterima 155.250.000
Jurnal :
Kas 155.250.000
Investasi Obligasi 150.000.000
Pendapatan Bunga 5.250.000
(Mencatat penarikan/pengembalian obligasi ke PT. TAM)
SOAL
Pada tanggal 1 April 2009 PT. VETTEL membeli obligasi dari PT. BUTTON senilai nominal Rp100.000.000,- dengan bunga 9% per tahun yang dibayarkan setiap tanggal 1 Juli dan 1 Januari. Jatuh tempo obligasi pada tanggal 31 Maret 2014. Tarif diskonto (tarif efektif) adalah sebesar 6%.
Diminta:
  1. Hitunglah harga beli/nilai obligasi tersebut!
  2. Buat jurnal yang diperlukan!
SOAL
Berikut data investasi saham PT. FIAT YAMAHA
23/2/2010
Dibeli 100.000 lbr saham biasa PT. Vale @ Rp 1.600, komisi broker Rp 1.000.000
10/5/2010
Dibeli 100.000 lbr saham biasa PT. Lorenzo @ Rp 1.450, komisi broker Rp 450.000
20/8/2010
Dibeli 50.000 lbr saham biasa PT. Stoner @ 1.300, komisi Rp 500.000
23/9/2010
Dijual 50.000 lbr saham PT Vale @ Rp 1.700, komisi broker Rp 250.000
31/12/2010
Harga pasar sahamPT. Vale, Lorenzo dan Stoner masing-masing @ 1.800, Rp 1.200 & Rp 1.000
Diminta:
Buatlah jurnal dan perhitungan transaksi diatas beserta jurnal penyesuaiannya!

PENGERTIAN DISKUSI DAN MACAM-MACAM JENIS DISKUSI

1. PENGERTIAN DISKUSI DAN MACAM-MACAM JENIS DISKUSI
Diskusi merupakan salah satu bentuk kegiatan wicara. Dengan berdiskusi kita dapat memperluas pengetahuan serta memperoleh banyak pengalaman – pengalaman.
Diskusi adalah suatu pertukaran fikiran, gagasan, pendapat antara dua orang atau lebih secara lisan dengan tujuan mencari kesepakatan atau kesepahaman gagasan atau pendapat. Diskusi yang melibatkan beberapa orang disebut diskusi kelompok. Dalam diskusi kelompok dibutuhkan seorang pemimpin yang disebut ketua diskusi. Tugas ketua diskusi adalah membuka dan menutup diskusi, membangkitkan inat anggota untuk menyampaikan gagasan, menengahi anggota yang berdebat, serta mengemukakan kesimpulan hasil diskusi.
Adapun jenis-jenis diskusi antara lain ialah :
1.1 Seminar
A. Pengertian
Seminar bisa diartikan sebuah bentuk pengajaran akademis (pembahasan masalah secara ilmiah). Baik diberikan di sebuah universitas, oleh organisasi tertentu atau diberikan oleh profesional. Kata seminar itu sendiri berasal dari kata Latin yaitu seminarum, yang artinya “tanah tempat menanam benih”.
Seminar biasanya fokus pada sebuah suatu topik tertentu yang khusus (sama seperti training), di mana mereka yang hadir dapat berpartisipasi secara aktif. Namun, seminar seringkali dilaksanakan dalam bentuk dialog dengan moderator, atau melalui sebuah presentasi hasil penelitian dalam bentuk yang formal. Kadang kala ada sesion debat dan ada kala berbagi pengalaman, walaupun topik yang dibahas adalah masalah sehari-hari. Dalam membahas masalah, tujuannya adalah mencari suatu pemecahan, oleh karena itu suatu seminar selalu diakhiri dengan kesimpulan atau keputusan-keputusan yang merupakan hasil pendapat bersama, yang kadang-kadang diikuti dengan resolusi atau rekomendasi.
Pembahasan dalam seminar berpangkal pada makalah atau kertas kerja yang telah disusun sebelumnya oleh beberapa orang pembicara sesuai dengan pokok-pokok bahasan yang diminta oleh sesuatu panitia penyelenggara. Pokok-pokok bahasan yang diminta oleh suatu penitia penyelenggara. Pokok bahasan yang telah ditentukan, akan dibahas secara teoritis dan dibagi menjadi beberapa subpokok bahasan bila masalahnya sangat luas. Pada awal seminar, dapat dibuka dengan suatu pandangan umum oleh orang berwenang (yang ditunjuk panitia) sehingga tujuan seminar terarah. Kemudian hadirin (massa) dibagi menjadi beberapa kelompok untuk membahas permasalahan lebih lanjut. Tiap kelompok dapat diserahi tugas membahas suatu sub pokok bahasan untuk dibahas dalam kelompok yang biasanya juga disebut seksi/komisi, di bawah pimpinan seorang ketua komisi (kelompok). Dari hasil-hasil kelompok, disusun suatu perumusan yang merupakan suatu kesimpulan yang dirumuskan oleh suatu tim perumus yang ditunjuk.
Pembahasan dalam seminar memakan waktu yang lebih lama karena sifatnya yang ilmiah. Apabila para pembicara tidak dapat mengendalikan diri biasanya waktu banyak dipergunakan untuk pembahasan yang kurang penting. Oleh karena itu, dibutuhkan pimpinan kelompok yang menguasai persoalan sehingga penyimpangan dari pokok persoalan dapat dicegah. Penyimpangan ini dapat diatasi bila setiap kali ketua sidang menyimpulkan hasil pembicaraan sehingga apa yang akan dibicarakan selanjutnya sudah terarah.
Pastinya, jika anda berperan sebagai peserta, anda harus siap menulis apa yang ingin anda tanyakan atau yang belum anda pahami dari apa yang dibahas oleh si pembicara. Karena memang anda harus mendapat sesuatu dan hasil, bukan? Hal ini harus anda lakukan mengingat anda sama sekali tidak akan praktek pada saat acara berlangsung.
B. Penggunaan Seminar
Seminar akan efektif bila:
1. Tersedia waktu yang cukup untuk membahas persoalan.
2. Problema sudah dirumuskan dengan jelas.
3. Para peserta dapat diajak berfikir logis.
4. Problema memerlukan pemecahan yang sistematis.
5. Problema akan dipecahkan secara menyeluruh.
6. Pimpmnan sidang cukup terampil dalam mcnggunakan metode ini.
7. Kelompok tidak terlalu besar sehingga memungkinkan setiap peserta mengambil bagian dalam berpendapat.
C. Kelebihan dan kelemahan :
a. Kelebihan :
1. Membangkitkan pemikiran yang logis.
2. Mendorong pada analisa menyeluruh.
3. Prosedurnya dapat diterapkan untuk berbagai jenis problema.
4. Membangkitkan tingkat konsentrasi yang tinggi pada diri peserta.
5. Meningkatkan keterampilan dalam mengenal problema.
b. Kelemahan :
1. Membutuhkan banyak waktu.
2. Memerlukan pimpinan yang terampil.
3. Sulit dipakai bila kelompok terlalu besar.
4. Mengharuskan setiap anggota kelornpok untuk mempelajari terlebih dahulu.
5. Mungkin perlu dilanjutkan pada diskusi yang lain.
1.2 Training
Definisi/Pengertian Training
Training jika diartikan dalam bahasa Indonesia artinya pelatihan. Dengan definisi seperti itu sudah sangat jelas bahwa kita benar-benar akan praktek. Training bersifat “learning by doing”, dipandu oleh si pelatih dan anda praktik apa yang diajarkan. Ini bagus untuk anda yang ingin menguasai sebuah topik tertentu. Misalnya ada pelatihan bisnis online, anda akan belajar bukan sebatas teori melainkan anda juga pasti praktek. Mulai dari reserch keyword, mengetahui jumlah pesaing, membuat website, artikel marketing, branding, dll.
Lebih rincinya, berikut adalah beberapa pengertian yang bisa anda tarik untuk sebuah acara yang di sebut training :
· Tujuannya untuk mengembangkan pengetahuan, pemahaman dan keterampilan para target / sasaran (Karyawan, Direktur, Manager, dll);
· Obyeknya seorang atau sekelompok orang;
· Sasarannya untuk memberikan pemahaman, pengetahuan, dan keterampilan kepada target sesuai dengan kebutuhan masing-masing (Karyawan, Direktur, Manager, dll);
· Prosesnya mempelajari dan mempraktekkan apa yang menjadi topik sesuai dengan prosedur sehingga menjadi kebiasaan;
· Hasilnya bisa segera terlihat karena memang langsung praktek. Sehingga ada perubahan yang memungkinkan tercipta setelah mengikuti acara training tersebut
1.3 Sarasehan / Simposium
A. Pengertian
Artikata.com memberikan pengertian simposium sebagai :
1. Pertemuan dengan beberapa pembicara yang mengemukakan pidato singkat tentang topik tertentu atau tentang beberapa aspek dari topik yang sama;
2. Kumpulan pendapat tentang sesuatu, terutama yang dihimpun dan diterbitkan;
3. Kumpulan konsep yang diajukan oleh beberapa orang atas permintaan suatu panitia.
Secara Umum, Simposium adalah serangkaian pidato pendek di depan pengunjung dengan seorang pemimpin. Simposium menampilkan beberapa orang pembicara dan mereka mengemukakan aspek-aspek pandangan yang berbeda dan topik yang sama. Dapat juga terjadi, suatu topik persoalan dibagi atas beberapa aspek, kemudian setiap aspek disoroti tersendiri secara khusus, tidak perlu dari berbagai sudut pandangan.
Pembicara dalam simposium terdiri dari pembicara (pembahas utama) dan penyanggah (pemrasaran banding), di bawah pimpinan seorang moderator. Pendengar diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan atau pendapat setelah pembahas utama dan penyanggah selesai berbicara. Moderator hanya mengkoordinasikan jalannya pembicaraan dan meneruskan pertanyaan-pertanyaan, sanggahan atau pandangan umum dari peserta. Hasil simposium dapat disebar luaskan, terutama dari pembahas utama dan penyanggah, sedangkan pandangan-pandangan umum yang dianggap perlu saja.
B. Penggunaan Simposium
Simposium dapat digunakan :
1. Untuk mengemukakan aspek-aspek yang berbeda dari suatu topik tertentu.
2. Jika kelompok peserta besar.
3. Kalau kelompok membutuhkan keterampilan yang ringkas.
4. Jika ada pembicara yang memenuhi syarat (ahli dalam bidang yang disoroti).
C. Kelebihan dan Kelemahan :
a. Kelebihan :
1. Dapat dipakai pada kelompok besar maupun kecil.
2. Dapat mengemukakan informnasi banyak dalam waktu singkat.
3. Pergantian pembicara menambah variasi dan sorotan dari berbagai segi akan menjadi sidang lebih menarik.
4. Dapat direncanakan jauh sebelumnya.
b. Kelemahan :
1. Kurang spontanitas dan kneatifitas karena pembahas maupun penyanggah sudah ditentukan.
2. Kurang interaksi kelompok.
3. Menekankan pokok pembicaraan.
4. Agak terasa formal.
5. Kepribadian pembicara dapat menekankan materi.
6. Sulit mengadakan kontnol waktu.
7. Secara umum membatasi pendapat pembicara.
8. Membutuhkan perencanaan sebelumnya dengan hati-hati untuk menjamin jangkauan yang tepat.
9. Cenderung dipakai secara berlebihan.
1.4 Diskusi Panel
A. Pengertian
Panel merupakan salah satu bentuk diskusi yang sudah direncanakan tentang suatu topik di depan para pengunjung. Diskusi panel dibawakan oleb 3 - 6 orang yang dianggap ahli yang dipimpin oleh seorang moderator.
Para panelis berdiskusi sedemikian rupa, sehingga para pengunjung dapat mengikuti pembicaraan mereka. Pengunjung hanya berfungsi sebagai pendengar, oleh karena itu pengunjung yang begitu besar jumlahnya dianggap sebagai kelompok yang diajar oleh suatu regu guru. Tetapi panel tidak boleh hanya sekedar merupakan pengajaran informatif, melainkan harus dapat merangsang cara berpikir massa dengan memberikan berbagai perspektif.
Pelaksanaan panel dimulai dari perkenalan para panelis oleh moderator, kemudian disampaikan persoalan umum kepada para panelis tersebut, untuk didiskusikan. Mereka seharusnya adalah orang-orang yang pandai berbicara dengan lancar dan menarik. Moderator juga memegang penanan dalam diskusi ini, sebagai pengatur jalannya pembicaraan dengan sekali-kali menyimpulkan apa yang dikemukakan oleh para panelis. Perbedaan pendapat tidak menjadi persoalan, karena pada diskusi panel tidak perlu dicapai suatu kesatuan pendapat atau keputusan. Bahkan perbedaan pendapat itulah yang diharapkan dapat memberikan stimulus bagi pendengar untuk dapat berpikir lebih jauh. Pendengar tidak hanya akan menelan pesan yang sudah jadi, melainkan dapat mengikuti proses pemikiran para panelis jalannya diskusi. Setelah diskusi selesai, pendengar dapat membentuk kelompok-kelompok untuk mendiskusikannya lebih lanjut. Akan tetapi selama diskusi panel, pendengar tidak diberi kesempatan untuk mengemukakan pandangan.
B. Penggunaan Panel
Anda dapat menggunakan panel kalau :
1. Ingin mengemukakan pandapat yang berbeda-beda.
2. Ingin memberi stimulus para pendengar akan adanya suatu persoalan yang perlu dipecahkan.
3. Ada panelis yang memenuhi syarat.
4. Pembicaraan terlalu luas untuk didiskusikan dalam kelompok itu.
5. Ingin mengajak pendengar melihat “ke dalam” tetapi tidak menginginkan tanggapan secara verbal.
6. Ada moderator yang cakap, yang dapat menguasai segala aspek dan persoalan yang dibicarakan.
C. Kelebihan dan Kelemahan :
a. Kelemahan :
1. Membangkitkan pikiran.
2. Mengemukakan pandangan yang berbeda-beda.
3. Mendorong ke analisis lebih lanjut.
4. Memanfaatkan para ahli untuk berpendapat dan proses pemikirannya dapat membelajarkan orang lain.
b. Kelebihan :
1. Mudah tersesat bila moderator tidak terampil.
2. Memungkinkan panelis berbicara terlalu banyak.
3. Tidak memberi kesempatan peserta untuk berbicara.
4. Cenderung menjadi serial pidato pendek.
5. Membutuhkan persiapan yang cukup masak.
1.5 Rapat
Pengertian
Apa yang dimaksud dengan Rapat ?
1. Rapat, merupakan suatu bentuk media komunikasi kelompok resmi yang bersifat tatap muka, yang sering diselenggarakan oleh banyak organisasi, baik swasta maupun pemerintah.
2. Rapat merupakan alat untuk mendapatkan mufakat, melalui musyawarah kelompok.
3. Rapat merupakan media yang dapat dipakai unttuk pengambilan keputusan secara musyawarah untuk mufakat.
4. Rapat merupakan pertemuan antara para anggota di lingkungan kantor/ perusahaan/organisasi sendiri untuk membicarakan, merundingkan suatu masalah yang menyangkut kepentingan bersama.
Rapat merupakan alat/media komunikasi kelompok yang bersifat tatap muka dan sangat penting, diselenggarakan oleh banyak organisasi, baik swasta maupun pemerintah untuk mendapatkan mufakat melalui musyawarah untuk pengambilan keputusan. Jadi rapat merupakan bentuk komunikasi yang dihadiri oleh beberapa orang untuk membicarakan dan memecahkan permasalahan tertentu, dimana melalui rapat berbagai permasalahan dapat dipecahkan dan berbagai kebijaksanaan organisasi dapat dirumuskan.
Walaupun rapat merupakan aktivitas yang sangat penting, namun sering kita temukan beberapa permasalahan dalam rapat, dimana kita sering mendengar adanya keluhan dari pengawai,”Apa sih, gunanya rapat?”. Artinya adanya keterpaksaan anggota organisasi untuk mengikuti rapat karena rapat dianggap tidak perlu, membuang-buang waktu.
Hal ini terjadi karena pengelolaan rapat yang kurang tepat antara lain:
1. Para anggota organisasi terlalu sering diminta mengikuti rapat tanpa dipertimbangkan, siapa yang sebenarnya dan seharusnya terlibat dalam rapat.
2. Rapat hanya dijadikan alat pembenaran ide atau kehendak pimpinan.
3. Hasil rapat tidak pernah ditindak-lanjuti atau hanya berhenti pada tataran ide saja, tanpa pernah diusahakan untuk direalisasikan.
1.6 Kongres
Pengertian
Secara umum, apabila kita mendengar kata kongres, pastilah terkait dengan sebuah partai politik. Seperti Kongres Partai Demokrat, Kongres Partai Gerinda, Kongres Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), dan yang lainnya. Sesungguhnya apa sieh kongres itu? Apakah setiap orang bisa memberikan sebuah pengertian yang jelas tentang kongres tersebut? Belum tentu. oleh karena itu, mari coba simak pengertian kata "kongres" berikut.
Menurut artikata.com, kongres dapat didefinisikan sebagai berikut :
1. pertemuan besar para wakil organisasi (politik, sosial, profesi) untuk mendiskusikan dan mengambil keputusan mengenai pelbagai masalah; muktamar; rapat besar;
2. pertemuan wakil-wakil negara untuk membicarakan satu masalah;
3. (politik) dewan legislatif yg terdiri atas senat dan dewan perwakilan di Amerika Serikat, yang pada dasarnya bertugas mengawasi dan mencocokkan kegiatan pemerintah.
Sebelum Anda mengadakan sebuah seminar, pastinya Anda perlu mengetahui lebih dahulu sebenarnya apa yang dimaksud dengan seminar. Seminar adalah untuk mengeksplorasi sebuah ide. Dengan demikian seminar berbeda dengan pelatihan, di mana di dalam pelatihan, ada sebuah keahlian yang dibawakan oleh seorang yang menguasainya dan di dalam pelatihan terjadi transfer ilmu.
Seminar adalah satu pertemuan di mana semua para pesertanya terlibat aktif. Di dalam seminar yang dimaksud ini, tidak ada pembicara dan peserta, seperti yang dikenal dalam seminar pada umumnya. Tidak ada perbedaan antara pembicara dan peserta. Dengan demikian seminar dibedakan dari kuliah, di mana ada seorang lektor membawakan suatu tema atau ide, dan peserta kuliah mendengarkan dan bertanya. Lektor adalah seseorang yang menguasai tema tersebut, sedangkan peserta adalah orang yang mempelajari tema tersebut.
1.7 Mukhtamar
Pada dasarnya istilah mukhtamar memiliki makna yang sama dengan istilah kongres, musyawarah atau konferensi , hanya saja istilah ini lebih dikenal di kalangan organisasi-organisasi islam. Misalnya : mukhtamar muhamadiyah, mukhtamar nahdatul ulama dan lain sebagainya.
1.8 Pembekalan
Pembekalan juga merupakan suatu bentuk pertemuan yang bertujuan memberikan pendidikan dan pelatihan (diklat) kepada pra peserta agar mereka memiliki wawasan yang lebih luas berkaitan dengan lingkup kerja mereka. Pembekalan juga dapat diberikan kepada para kader partai politik agar mereka lebih memahami visi da misi partainya. Dalam bidang kepegawaian , pembekalan diberikan kepada para calon pegawai baru. Sekarang pendidikan dan pelatihan pegawai baru lebih dikenal denga istilah pelatihan pra jabatan.
1.9 Konferensi
kongres adalah suatu bentuk pertemuan yang umumnya dihadiri oleh wakil-wakil cabang suatu organisasi(induk) untuk membicarakan dan menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh organisasi yang bersangkutan. Misalnya kongres wanita katolik Indonesia, kongres partai amanat nasional, kongres partai persatuan pembangunan, kongres ikatan dokter Indonesia, kongres persatuan guru republic Indonesia, kongres ikatan sarjana ekonomi,dll.
1.10 Munas
Munas atau musyawarah nasional adalah suatu musyawarah, perundingan atau rapat perundingan yang bersifat nasional yang dihadiri oleh berbagai perwakilan dari seluruh Indonesia untuk membicarakan suatu masalah demi kepentingan nasional. Misalnya : Musyawarah golongan karya, musyawarah himpunan pengusaha muda Indonesia.
Munas luar biasa adalah munas yang diselenggarakan lebih awal atau lebih cepat dari jadwal yang telah ditentukan dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga.
Misalnya Munas himpuna pengusaha muda Indonesia biasanya diselenggarakan setiap lima tahun sekali. Apabila sebelum lima tahun muncul permasalahan yag dianggap penting dan harus segera dipecahkan, maka kemudian diadakan munas luar biasa.
1.11 Loka karya
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas :
Lokakarya (Inggris: workshop) adalah suatu acara di mana beberapa orang berkumpul untuk memecahkan masalah tertentu dan mencari solusinya. Sebuah lokakarya adalah pertemuan ilmiah yang kecil.
Menurut artikata.com, Lokakarya adalah pertemuan antara para ahli (pakar) untuk membahas masalah praktis atau yg bersangkutan dng pelaksanaan dl bidang keahliannya; sanggar kerja; ber-lo-ka-kar-ya (v) 'melakukan lokakarya'.
2. SYARAT SYARAT SEBUAH SEMINAR
Untuk berjalannya sebuah seminar dengan baik perlulah dipikirkan beberapa syarat:
1.      Ruang seminar
2.      Peserta
3.      Moderator
4.      Jalannya seminar
1. Ruang Seminar
Ruang seminar yang baik adalah ruang yang memungkinkan interaksi aktif seluruh peserta seminar. Ruangan tentu saja harus cukup tenang dan cukup terang untuk memberikan iklim yang enak untuk berseminar. Adanya papan tulis dapat membantu.


2. Materi untuk Peserta
Peserta bukanlah kertas kosong yang menunggu diisi, seperti halnya kuliah. Lampirkanlah materi seminar sebelum acara , sehingga mereka bisa membaca tentang tema yang akan diseminarkan, mereka telah mengolahnya di dalam kepala mereka. Mereka telah memiliki bayangan akan apa yang diseminarkan. Panduan berisi ringkasan tema yang diseminarkan dimana akan memandu mereka nantinya di dalam seminar.
3. Moderator
Seorang moderator di dalam seminar bukanlah seorang yang memberikan pelajaran, melainkan orang yang mengarahkan jalannya seminar. Semestinyalah seorang moderator adalah orang yang paling senior dalam tema yang akan diseminarkan. Ini bukan berarti pendapatnyalah yang paling benar. Senioritas dalam penguasaan materi semata-mata untuk mengarahkan seminar, karena ia mestinya yang paling tahu tentang seluk beluk tema yang diseminarkan.
Peran seorang moderator ada dua: mengarahkan (directing) dan memoderasi (moderating). Moderator bertugas menjaga agar seminar tidak melenceng dari tema, menjaga agar tidak ada satu orang atau satu ide tertentu yang terlalu mendominasi seminar sehingga seluruh tema seminar tidak tereksplorasi dengan baik.
Sebelum seminar, seorang moderator perlu memahami tema yang akan diseminarkan, menyiapkan catatan tentang tema tersebut, menentukan kata-kata kunci, dan menyusun pertanyaan-pertanyaan kunci yang nantinya akan ditanyakan di dalam seminar. Di awal seminar ia dapat menuliskan terlebih dahulu poin-poin yang akan didiskusikan atau menggambarkan sebuah diagram yang mencerminkan ide yang akan didiskusikan.
Seorang moderator yang baik haruslah seorang pendengar dan pembicara yang baik. Ia mampu menangkap maksud sebuah pembicaraan dan membuatnya lebih jelas. Sebaiknya seorang moderator tidak memimpin sebuah seminar lebih dari satu kali dalam sehari.
4. Jalannya seminar
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan supaya seminar berjalan baik:
· Seminar adalah sebuah diskusi dua arah. Tidak ada seorang yang lebih mendominasi pembicaraan. Adalah tugas moderator untuk memperhatikan ini.
· Seminar bisa dimulai dengan pertanyaan-pertanyaan yang sudah jelas ada jawabannya, lalu mengarah ke pertanyaan-pertanyaan lain yang lebih dalam. Pertanyaan jenis kedualah yang memberikan manfaat terbesar.Semua pertanyaan dan pernyataan dinyatakan dengan jelas tanpa ambiguitas. Jika sebuah pertanyaan atau pernyataan belum jelas, moderator harus bisa menunjukkan itu dan meminta sang pengujar untuk memperjelasnya.
· Sebuah pertanyaan bisa dilihat sebagai jembatan kepada pertanyaan lain yang lebih mendasar. Hanya dengan cara demikian sebuah seminar dapat memberikan manfaat lebih.
· Etiket harus diperhatikan dalam sebuah seminar, seperti halnya di sebuah meja makan. Bahasa harus santun dan tidak merendahkan. Moderator terlebih harus memberikan contoh yang dapat diikuti oleh peserta yang lain. Bukan berarti seminar tidak bisa dilakukan dengan ringan dan diiringi tawa, namun canda dan tawa dilakukan dengan wajar dan memberi makna di dalam seminar. Tidak ada yang lebih membantu untuk mengingat ketimbang ide-ide kreatif yang kadang membangkitkan tawa.
· Seminar adalah sebuah tempat untuk menggodok ide. Ia bukanlah tempat untuk membenarkan diri. Setiap orang harus kritis namun menerima bila ada pendapat yang lebih baik. Di dalam seminar semua orang memiliki posisi yang sama.
· Sebuah seminar yang baik tidaklah harus menghasilkan sebuah kesimpulan tunggal. Setiap orang bisa pulang dengan pendapatnya masing-masing. Yang terpenting adalah mata mereka lebih terbuka, mereka telah melihat ide-ide baru yang sebelumnya tidak terpikirkan oleh mereka.
Demikianlah sebuah pemikiran mengenai pembuatan seminar menurut event organizer. Dengan seminar seperti ini, semua peserta dapat mengambil manfaat. Sebuah seminar yang baik seperti ini dapat memberi manfaat seumur hidup yang mengendap sebagai manfaat terbaik yang dapat diberikan oleh sebuah pendidikan.

Selasa, 09 April 2013

Lirik lagu Karo Anak Mami

ngena ateku anak ndu oh mami
enggo kusura ia inganku ergani-gani
gia dahinnku gundari lao pegawai negeri
ku kelengi nge ia pagi segedang wari
ateku jadi tuhu lanai bo tersambari
amin bage pe ula min aku i jengkali
ibas anakndu si sada e ateku jadi
labo pagi kusuruhi gia aku i rampangi
kekelengenku ku perjuangken sampai mati
si ugapana pe pagi rehna lanai ku sangsi
deleng meganjang pe kin pagi ku nangkihi
lawit si mbelang pe pagi ku kenengi
gelahna jumpa ras kena si kukelengi oh nande biring
gia mesera kin pe pagi ku geng-gengi
ngayaki kena kugengken ngasa keri
g elahna kita duana cinta sejati cinta sampai mati

Senin, 08 April 2013

Kenapa Harus Bayar Pajak?

Mengapa Harus Bayar Pajak?
Karena pajak timbul sebagai konsekuensi logis hidup di suatu negara. Di mana ada negara di situ ada pajak. Negara membutuhkan sumber penerimaan untuk membiayai pengeluarannya, salah satu sumbernya yaitu pajak. Pajak merupakan sumber pemasukan keuangan negara yang kemudian dialokasikan untuk membiayai pengeluaran rutin negara melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Dalam perkembangan zaman, negara membutuhkan sejumlah uang untuk pembiayaan operasional pemerintahan yang akan dibiayai dari iuran. Pemerintahan timbul karena penduduk suatu negara yang sepakat membentuk negara melalui ikatan kesamaan kepentingan yaitu perlu keamanan dan kenyamanan dalam masyarakat. Keamanan, untuk membayar tentara yang menjaga kedaulatan negara dan polisi yang menjaga ketertiban di masyarakat. Kenyamanan, untuk pembiayaan fasilitas umum. Lalu rakyat sepakat mau membayar pungutan (restribusi) paksa yang dinamakan pajak melalui undang-undang untuk kelangsungan keamanan dan kenyaman dalam berkehidupan di negara. Jadi pajak mesti dibayar karena merupakan iuran wajib dengan adanya kesepakatan antar individu agar negara diberi kewenangan memungut pajak melalui undang-undang.

Apa saja komponen utama pengeluaran negara sehingga perlu memungut pajak?
Komponen APBN yaitu belanja gaji pegawai negeri, TNI dan POLRI, belanja barang/jasa, belanja modal, belanja utang/bunga, belanja subsidi, bantuan sosial dan bantuan lain-lain. Belanja tersebut timbul dalam rangka menjalankan fungsi negara, pegawai negeri melayani masyarakat, guru melayani kebutuhan pendidikan anak usia sekolah, TNI menjaga keamanan negara dari serangan musuh, POLRI menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Belanja barang dan modal untuk merawat dan atau menyediakan fasilitas umum, jalan, jembatan, gedung-gedung pemerintah, sekolah dll.
Mungkinkah masyarakat suatu negara tidak perlu lagi membayar pajak?
Mungkin saja, asal negara mampu mencukupi pengeluarannya dalam rangka mengelola negara dari sumber dana non pajak, misalkan dari kekayaan alam yang dimilikinya.
Adakah negara yang bebas pajak?
Tidak ada negara yang sama sekali bebas pajak, 100% bebas pungutan oleh negara. Namun ada negara dengan tarif pajak yang rendah atau dikenal tax haven country.
Siapa yang paling beruntung jika tidak perlu bayar pajak?
Adalah mereka yang memanfaatkan paling kaya artinya mereka itu yang paling banyak eksploitasi sumber daya alam, dan menggunakan fasilitas umum. Pajak yang dipungut negara dari orang kaya akan didistribusikan untuk membiayai kepentingan publik, pembangunan fasilitas publik sehingga menciptakan lapangan kerja baru. Dengan adanya kesempatan kerja maka pendapatan terdistribusi pula yang  pada akhirnya distribusi pendapatan masyarakat akan merata, kesenjangan antara kaya dan miskin berkurang.
Siapa yang paling rugi jika tidak perlu bayar pajak?
Adalah mereka yang tidak punya kesempatan ikut serta dalam kegiatan ekonomi dan tidak punya penghasilan, karena tidak adanya pajak maka distribusi, pemerataan pendapatan tidak ada, dan kesenjangan antara yang kaya dan miskin semakin besar.
Apa fungsi pajak?
  1. Pajak adalah sumber penerimaan negara kemudian digunakan untuk pembiayaan/pengeluaran rutin negara;
  2. Pajak digunakan untuk pembiayaan fasilitas umum;
  3. Pajak sebagai alat pengatur (regulasi) atau mencapai tujuan –tujuan tertentu. Misalkan membebani pajak pada barang mewah tertentu untuk mengurangi laju konsumsi;
  4. Pajak untuk stabilitas harga dan konsumsi dengan menaikkan atau menurunkan tarif pajak atas barang tertentu.
  5. Sarana untuk berbagi pada sesama makhluk, karena hidup di dunia yang sama, pemerataan pendapatan. Sebagian uang pajak digunakan untuk menjaga kelestarian alam yang telah memberikan manfaat pada manusia.

Apa NPWP Itu ?

Masih Ingin Belajar: Apa NPWP Itu ?: Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) adalah nomor yang di berikan kepada wajib pajak sebagai sarana dalam administrasi perpajakan yang di gunaka...

Apa NPWP Itu ?

Masih Ingin Belajar: Apa NPWP Itu ?: Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) adalah nomor yang di berikan kepada wajib pajak sebagai sarana dalam administrasi perpajakan yang di gunaka...